Hidangan istimewa ini disajikan dengan cinta, penuh rempah pilihan, untuk merayakan momen syukuran bersama keluarga tercinta. Setiap suapan membawa cerita, setiap aroma menyatukan dan menambah kehangatan keluarga kita.💞
Nasi Kebuli adalah pilihan yang sangat aman dan familiar di Indonesia, dan bumbu yang digunakan (terutama Santan(pegganti yoghurt), Tomat, dan rempah Timur Tengah bumbu kari).ayam panggang (oven) serta pelengkap lainnya..
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali coba bikin nasi kebuli homemade 1 nampan untuk acara keluarga, aku juga sempat bingung harus mulai dari mana. Ternyata kalau sudah sekali berhasil, resep ini gampang banget diulang dan jadi andalan setiap ada syukuran atau kumpul keluarga.
Biasanya aku pakai beras biasa, lalu dimasak dengan santan (sebagai pengganti yoghurt), tomat, dan bumbu kari atau rempah kebuli. Kunci nasi kebuli ayam rempah yang wangi itu di tumisan bumbunya: bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, cengkeh, daun salam, dan sereh. Semua ditumis sampai benar-benar harum dan sedikit kecokelatan, baru ditambahkan santan dan air. Setelah itu baru masukkan beras dan dimasak seperti nasi biasa atau di rice cooker.
Untuk ayam panggangnya, aku biasanya pakai ayam yang sudah dimarinasi dulu minimal 1 jam dengan bumbu rempah kebuli sisa tumisan tadi, ditambah garam, lada, sedikit minyak, dan kalau suka bisa tambahkan saus tomat atau pasta tomat biar warnanya lebih kemerahan. Ayam lalu dipanggang di oven sampai matang kecokelatan, kulitnya kering tapi bagian dalamnya masih juicy. Kalau tidak punya oven, bisa juga dipanggang pakai teflon tertutup.
Satu hal yang bikin nampan nasi kebuli terlihat mewah adalah cara menatanya. Biasanya aku siapkan satu nampan besar, ratakan nasi kebuli, lalu tata ayam panggang di bagian tengah. Di sekelilingnya, aku kasih irisan tomat segar, timun, dan sedikit kismis atau kacang mede kalau ada. Nasi kebuli di nampan seperti ini bukan cuma enak, tapi juga cantik banget kalau difoto. Gambar nasi kebuli di nampan dengan ayam panggang dan pelengkap lengkap selalu bikin orang rumah tergoda nambah porsi.
Pelengkap lain yang nggak boleh ketinggalan adalah sambal nasi kebuli dan acar. Untuk sambal kebuli, aku suka pakai cabai merah keriting, cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, garam, gula, dan sedikit air jeruk nipis. Semua direbus sebentar lalu diulek atau diblender kasar, kemudian ditumis lagi sampai matang dan agak mengering. Sambal merah ini cocok banget untuk nasi kebuli merah yang kaya rempah, bikin rasanya semakin nendang.
Untuk acar nasi kebuli, aku cuma pakai wortel, timun, dan bawang merah yang diiris tipis. Lalu disiram campuran cuka, gula, garam, dan sedikit air panas. Diamkan dulu minimal 30 menit supaya bumbunya meresap. Acar untuk nasi kebuli ini penting banget karena membantu menyeimbangkan rasa gurih dan berlemak dari santan dan ayam panggang.
Kalau kamu mau versi lebih ringan, bisa juga coba nasi kebuli tanpa santan. Caranya, santan diganti dengan air kaldu ayam yang gurih, lalu tambahkan sedikit margarin atau butter untuk memberi rasa lebih kaya. Versi ini tetap wangi rempah tapi terasa lebih ringan di perut.
Menurutku, nasi kebuli homemade itu fleksibel banget. Mau dibuat versi nasi kebuli ayam sederhana untuk makan sehari-hari bisa, mau dibuat versi lengkap ala nasi kebuli khas Betawi dengan sambal dan acar untuk acara spesial juga bisa. Yang penting, berani main rempah dan jangan takut dapur jadi harum semerbak. Setelah beberapa kali coba, kamu pasti akan nemu takaran bumbu yang paling pas dengan selera keluarga di rumah.
wih enaknya