overproofing part 2
Ciri Overproofing tanpa anda sadari... follow & bagikan untuk selamatkan banyak adonan @kursusbakingprivate
1. Adonan melebar kesamping, permukaan lengket tanpa daya diatas permukaan loyang
2. Adonan tercium lebih masam dari sebelumnya
3. Kondisi pengabaian ekstrim, jaringan gluten bisa robek (patah) karena perubahan masam pada adonan yang parah.
4. Jika disentuh ujung jari, adonan langsung mengempis tanpa kembali.
-----------------
Signs of Overproofing You Might Not Notice... Follow & share to save more dough! @kursusbakingprivate
1. The dough spreads sideways.. It flattens out and feels sticky on the surface, losing all its strength and height on the baking sheet.
2. A sour smell develops, The dough develops a noticeably more acidic or sour aroma than before.
3. Extreme neglect leads to gluten breakdown ! In cases of severe overproofing, the gluten network can literally tear or break due to the drastic increase in acidity within the dough.
4. The poke test failure, If touched lightly with a fingertip, the dough deflates instantly and fails to bounce back.
Baking is a willing nor an obeying ~ Ultimate Class
Dalam pengalaman saya saat belajar membuat roti, salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah overproofing, terutama ketika suhu ruangan terlalu hangat atau waktu fermentasi terlalu lama. Saya pernah membuat adonan yang terlihat mengembang sempurna, tapi ketika diletakkan di loyang, ia malah melebar ke samping dan permukaannya terasa lengket dan tidak elastis. Tanda lain yang saya sadari adalah bau adonan yang menjadi lebih masam dari biasanya. Ini menandakan produksi asam yang berlebihan akibat fermentasi yang tidak terkendali, yang juga melemahkan jaringan gluten sehingga adonan menjadi mudah robek. Saya juga sering menggunakan metode ketukan (poke test) pada adonan. Jika setelah ditekan menggunakan ujung jari, adonan langsung mengempis tanpa kembali ke bentuk semula, itu pertanda jelas bahwa overproofing telah terjadi. Untuk mengatasi masalah ini, saya mulai menerapkan kontrol suhu dengan menyimpan adonan di chiller, terutama saat suhu ruangan cukup panas. Selain itu, saya rutin melakukan proses degassing atau kempiskan adonan untuk mengeluarkan gas berlebih dan memberikan kesempatan bagi gluten untuk mengembang kembali dengan baik. Bagi yang baru belajar, saya sarankan untuk memperhatikan waktu proofing sesuai resep dan kondisi lingkungan sekitar, karena faktor ini sangat mempengaruhi kualitas akhir roti. Dengan begitu, kita bisa menghindari kerugian akibat overproofing dan menghasilkan roti yang empuk, wangi, dan memiliki tekstur yang pas. Share pengalaman ini kepada teman-teman pembuat roti lainnya supaya kita semua bisa lebih paham dan mendapatkan hasil baking yang maksimal!















































