NTT KUPANG
Seorang laki laki Tidak memakai helm tidak mau di tilang oleh petugas dan melakukan perlawanan.
Pengalaman pribadi saya pernah menyaksikan situasi mirip di jalanan Kupang, di mana beberapa pengendara motor kerap mengabaikan penggunaan helm. Kondisi ini sering menimbulkan ketegangan dengan aparat kepolisian yang menjalankan tugas penertiban lalu lintas. Dalam beberapa kasus, seperti yang diangkat dalam artikel ini, pelanggar yang tidak memakai helm bahkan sampai melakukan perlawanan terhadap petugas. Hal ini tentu saja berbahaya dan memperburuk penegakan hukum. Sebagai pengendara, saya menyadari bahwa memakai helm adalah kewajiban yang tidak hanya melindungi diri sendiri tapi juga mencegah risiko fatal saat kecelakaan. Pentingnya edukasi tentang keselamatan berkendara perlu terus ditingkatkan, khususnya di daerah-daerah seperti Kupang. Petugas polisi biasanya melakukan tilang untuk mengingatkan agar pengendara lebih disiplin dan sadar akan pentingnya aturan lalu lintas. Namun, sikap penolakan dan perlawanan dari pengendara justru menghambat proses ini dan bisa berujung pada masalah hukum lebih serius. Selain itu, saya percaya bahwa sosialisasi melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan komunitas lokal, bisa membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya berkendara tanpa helm. Masyarakat perlu diedukasi bahwa aturan ini bukan hanya formalitas tapi demi keselamatan nyawa. Sebagai tambahan, penggunaan helm standar SNI sangat disarankan karena telah memenuhi standar keamanan yang ketat. Pengendara harus memastikan helm yang digunakan tidak hanya nyaman tapi juga terlindungi secara maksimal saat ada benturan. Cerita yang terjadi di Kupang ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu taat aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Melawan petugas bukan solusi, melainkan justru memperkeruh situasi. Sebaiknya para pelanggar sadar dan mengikuti prosedur yang ada agar tercipta lingkungan berkendara yang aman dan nyaman. Semoga ke depan, kesadaran berkendara yang aman bisa makin meningkat dan kejadian yang merugikan seperti ini bisa diminimalisir di seluruh Indonesia.























itu PM nya ngapaink dsitu