Kotawaringin – Jurnalis di Kalimantan Tengah (Kalteng) Nugroho Budi Baskoro mendapat ancaman disiram air keras dari orang tak dikenal melalui pesan WhatsApp.
Pesan teror itu terjadi setelah Budi mengunggah ajakan untuk nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.
“Nobar diselenggarakan di Rumput Liar Slowbar, Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (8/5/2026), pukul 19.30 WIB,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (14/5).
Budi mengatakan pengirim pesan memintanya untuk menghapus unggahan tersebut. "Jika tidak menghapus unggahan itu, saya bahkan diancam mengalami kejadian seperti Andrie Yunus, aktivis HAM yang disiram air keras beberapa waktu lalu,” katanya.
Menurut Budi, ancaman serupa juga diterima kerabatnya. Pesan ancaman kepada Budi berbunyi, " Hapuslah postingan Instagram anda dengan tautan. Jika tidak jangan terkejut kalau kejadian Andrie Yunus akan terjadi kepada Aada!"
Ia menjelaskan nobar dilakukan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Mardaheka Universitas Antakusuma Pangkalan Bun dan Lamankita. Budi ikut mengunggah flyer nobar di akun TikTok pribadinya, @budibaskoro_, pada Jumat (8/5) pagi.
Semula ia menduga kiriman pesan orang tak dikenal itu merupakan upaya phishing atau mencuri data pribadi. “Setelah dicek, link tersebut memang langsung ke unggahan saya di media sosial,” ia
Budi menyayangkan intimidasi seperti yang ia terima karena merupakan upaya pembungkaman. Hal senada disampaikan Koordinator AJI Persiapan Banjarmasin Rendy Tisna yang menuntut aparat mengusut kasus ini dan menjamin keamanan jurnalis.
"Tindakan pemaksaan menghapus flyer nobar film Pesta Babi sama sekali tidak memiliki dasar dan alasan kuat, apalagi kemudian disertai ancaman,” ujarnya.
AJI Indonesia Kalteng akan membawa kasus ini ke Mabes Polri. AJI juga akan mengawal kasus ini dan mendesak aparat bertindak agar tidak terjadi pembungkaman berekspresi yang makin masif.
Sebelumnya, upaya pembubaran nobar film dokumenter karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale terjadi beberapa daerah
Di sisi lain, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah tidak melarang masyarakat menonton dan mendiskusikan film yang mengungkap 'borok' proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan itu.
Pengalaman yang saya alami pribadi sebagai seseorang yang pernah aktif di komunitas pemuda dan sering mengadakan nobar film dengan tema kritis mengajarkan bahwa ancaman seperti yang dialami Budi bukan hanya peristiwa yang jarang terjadi, melainkan bagian dari risiko nyata dalam penyebaran informasi yang berani mengangkat isu kontroversial. Acara nobar film dokumenter seperti 'Pesta Babi' penting untuk membuka ruang diskusi di masyarakat tentang sejarah kolonialisme dan dampaknya hingga kini, terutama di daerah seperti Kalimantan Tengah. Menghadapi ancaman disiram air keras yang mengerikan tentu bukan hal mudah bagi siapapun, apalagi bagi jurnalis yang sudah menjadi sorotan. Saya pernah melihat bagaimana solidaritas komunitas serta organisasi seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dapat menjadi pelindung dan pendukung signifikan dalam situasi semacam ini. Tindakan tegas untuk melaporkan dan mengawal kasus ke aparat penegak hukum, seperti yang dilakukan AJI Indonesia Kalteng, sangat penting agar ruang berekspresi tidak dikebiri oleh intimidasi. Selain itu, penting juga bagi masyarakat untuk memahami bahwa film dengan konten dokumenter kritis seringkali menghadapi upaya pembubaran dan sensor. Film 'Pesta Babi' yang mengupas borok proyek Strategis Nasional yang sensitif adalah contoh nyata bagaimana karya seni dan jurnalistik berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Ketika pemerintah dan masyarakat bisa menerima diskusi terbuka tanpa kekerasan, itulah tanda kematangan demokrasi. Bagi siapa saja yang ingin mengadakan nobar film serupa, penting untuk mempersiapkan keamanan acara dan menggalang dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan organisasi pers. Kita harus terus memperjuangkan kebebasan berekspresi sekaligus memastikan keselamatan setiap orang yang berani berdiri di garis depan perubahan. Ancaman penyiraman air keras bukan hanya serangan fisik, tetapi juga upaya pembungkaman yang harus kita lawan bersama.










































