"SPBU MEDAN" Seorang sopir berusaha Serobot Antri BBM Dengan Alasan tergesa gesa ke bandara mengantar Penumpang seorang ibu namun karena panjang nya Antri Petugas melarang namun sopir dan Ibu tersebut tetap ngotot maju Sehingga Petugas memukul Kap mobil Sopir tsb Sehingga terjadi adu mulut ibu dan Petugas Polisi.
Pengalaman saya ketika menghadapi situasi serupa di SPBU juga cukup menegangkan. Ketika antrian panjang dan waktu mendesak, terkadang emosi mudah memuncak dan membuat kita melakukan tindakan yang sebenarnya bisa dihindari dengan kesabaran. Saya pernah melihat sendiri bagaimana petugas SPBU harus tegas mengatur antrean BBM, meskipun terkadang ada pelanggan yang marah. Dalam kejadian di Medan ini, terlihat bahwa sopir dan penumpang ibu tersebut memang terburu-buru, tapi penting diingat bahwa antrean BBM adalah demi keadilan bersama dan keselamatan bersama. Dalam situasi seperti ini, komunikasi yang baik antara pengendara dan petugas sangat dibutuhkan. Biasanya, petugas SPBU akan menjelaskan situasi dan mengarahkan agar semua pengendara dapat dilayani dengan tertib. Jika mendesak karena alasan darurat seperti penerbangan, maka sebaiknya sopir berkomunikasi dengan sopan dan mencari solusi tanpa menyerobot antrean, agar tidak terjadi konflik seperti pemukulan kap mobil dan adu mulut seperti yang terjadi. Saya juga menyadari bahwa kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih menghargai peran petugas SPBU yang bekerja demi keteraturan dan layanan. Jangan sampai emosi menghalangi kita untuk bersikap sopan dan kooperatif. Selain itu, dengan antrean yang panjang, ada baiknya pengendara juga mempersiapkan waktu ekstra agar tidak terburu-buru dan terhindar dari konflik di SPBU. Semoga peristiwa seperti ini dapat memicu kesadaran untuk saling menghormati dan menjaga ketertiban di tempat umum, termasuk di SPBU.


















