Makassar
Sosok Cathlyn Yvaine, Nilai Nyaris Sempurna Tapi Dicoret dari Paskibraka, Tiba-Tiba Posisi Diganti dgn rengking 11 alasan tidak bisa bahasa daerah .
Pengalaman Cathlyn Yvaine memberikan gambaran menarik tentang pentingnya penguasaan bahasa daerah dalam seleksi Paskibraka, meskipun prestasi akademik dan kemampuan bahasa internasional sangat menonjol. Sebagai seseorang yang biasa berprestasi, Cathlyn mencapai nilai nyaris sempurna dan bahkan menempati peringkat 3 dengan nilai 100 serta tinggi badan 175 cm. Ia juga mahir dalam tiga bahasa internasional, yang biasanya menjadi modal kuat dalam berbagai bidang. Namun, seperti yang diketahui, Paskibraka tidak hanya menilai kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga menekankan aspek kearifan lokal. Kemampuan berbahasa daerah menjadi salah satu kriteria penting karena berkaitan dengan identitas budaya dan kemampuan komunikasi yang efektif dalam lingkungan daerah. Kisah ini mengajarkan pentingnya keseimbangan antara kemampuan global dan lokal. Meskipun Cathlyn unggul dalam bahasa internasional, ketidakmampuannya berbahasa daerah menjadi kendala signifikan sehingga posisinya digantikan oleh peserta lain dengan ranking ke-11 yang mungkin lebih menguasai bahasa daerah. Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa persiapan untuk seleksi seperti Paskibraka harus mencakup pemahaman dan kemampuan dalam bahasa daerah. Hal ini tidak hanya berlaku untuk peserta dari daerah tersebut, tetapi juga untuk siapapun yang ingin menjadi bagian dari kegiatan nasional dengan latar budaya yang kuat. Menjaga dan mengembangkan kemampuan bahasa daerah sekaligus memperkuat kemampuan internasional adalah langkah cerdas agar kita bisa sukses dalam berbagai seleksi dan juga melestarikan budaya lokal. Kisah Cathlyn menjadi pengingat penting bahwa prestasi akademis dan keahlian teknis saja tidak cukup tanpa kemampuan komunikasi yang mengakar pada budaya lokal.
















