... Baca selengkapnyaAku lagi suka banget eksperimen bikin onde-onde ubi ungu di rumah, soalnya warna ungunya cantik dan rasanya lebih unik dari onde-onde biasa. Awalnya beberapa kali gagal, ada yang pecah, ada yang keras, sampai akhirnya ketemu cara yang lumayan anti gagal.
Biasanya aku pakai ubi ungu kukus yang benar-benar empuk, lalu dihaluskan sampai halus supaya adonan kulitnya lembut. Setelah itu baru dicampur tepung ketan, sedikit gula, garam, dan air hangat. Kuncinya, adonan jangan terlalu keras atau terlalu lembek. Kalau terlalu lembek, nanti susah dibentuk dan bisa pecah saat digoreng, sedangkan kalau terlalu keras, hasilnya jadi kurang kenyal.
Untuk isi onde-onde ubi ungu, aku lebih suka pakai kacang hijau kupas yang dimasak dengan gula pasir sampai mengental. Kadang aku tambahin sedikit vanila atau santan cair supaya aromanya lebih wangi dan rasa isiannya gurih manis. Isian harus benar-benar dingin sebelum dibungkus adonan, biar gampang dibentuk bulat.
Bagian yang paling seru adalah melapisi onde-onde dengan biji wijen putih. Biasanya aku celupkan bulatan adonan ke dalam air sebentar, baru digulingkan di atas wijen. Kalau mau wijennya nempel merata, jangan ragu untuk agak ditekan pelan-pelan di tangan. Hasilnya mirip seperti di foto: onde-onde ubi ungu berukuran besar dengan lapisan wijen putih yang tebal.
Untuk menggoreng, aku pakai minyak cukup banyak supaya onde-onde ubi ungu bisa terendam dan matang merata. Api jangan terlalu besar, lebih aman pakai api sedang cenderung kecil. Onde-onde digoreng pelan sambil terus diaduk dan diputar-putar, ini membantu bentuknya tetap bulat dan kulit luar mengembang cantik tanpa pecah.
Onde ubi ungu seperti ini enak banget disajikan saat masih hangat, bagian luar renyah tipis, dalamnya lembut dan sedikit kenyal dengan isi kacang hijau manis. Selain jadi camilan keluarga, resep onde-onde ubi ungu ini juga bisa dijadikan ide jualan rumahan, tinggal dikemas rapi dan dijual per kotak. Kalau kamu suka eksperimen, bisa juga coba variasi isi seperti coklat, keju, atau kacang merah, tapi tetap pakai kulit ubi ungu biar warna dan rasanya khas.
Yang paling aku rasakan, bikin onde-onde ubi ungu itu memang butuh latihan beberapa kali, tapi begitu sudah paham tekstur adonan dan cara gorengnya, hasilnya jauh lebih memuaskan daripada beli. Rasanya lebih fresh, biji wijennya wangi, dan ukuran bisa diatur sesuka hati: mau mini buat snack atau besar seperti di gambar untuk camilan berat.