Tantangan Pertama untuk Kamu yang Mau Mulai Nulis Buku Harian:
📍 Kamu punya toxic apa?
📍 Kamu sebenernya mau apa?
Malam ini, coba deh ambil satu lembar kertas dan satu buah pulpen.
Duduk sebentar, dengarkan kata hati kamu yang selama ini mungkin terabaikan.
Tulis apa aja yang muncul. Tulis yang jujur.
Mungkin tulisan itu akan jadi bentuk kejujuran pertama yang bikin kamu ngerasa aman.
Karena aku juga pernah ngerasa kosong dan bingung banget mau mulai dari mana.
Waktu patah hati, waktu ngerasa gagal, ini yang aku lakuin:
nulis. jujur. buat diri sendiri.
❤️🥰
Pas awal belajar menulis buku harian, aku juga bingung: ini tuh harus ditulis kayak apa sih? Formal? Puitis? Rapih banget? Ternyata, kunci dari cara membuat buku harian itu cuma satu: jujur sama diri sendiri. Biasanya aku mulai dengan tiga langkah simpel: 1. Tulis tanggal dan jam. Kesannya sepele, tapi nanti kalau dibaca ulang, kamu bisa lihat perjalanan dirimu dari hari ke hari. 2. Jawab dua pertanyaan: "hari ini aku ngerasain apa?" dan "sebenarnya aku mau apa?" Nggak perlu kalimat bagus, yang penting keluar dulu. 3. Tambahin satu kalimat syukur atau pelajaran hari ini. Ini ngebantu banget biar tulisan kita nggak cuma isinya curhat sedih, tapi juga ada sisi cerahnya. Buat kamu yang cari cara menulis buku harian tapi suka ke-distract, kamu bisa bikin semacam "daily planner" ala versi sendiri. Di satu halaman, aku biasanya bagi beberapa bagian kecil: - Mood hari ini (seneng, lelah, kosong, campur aduk) - Hal yang bikin aku kepikiran (toxic apa yang lagi kuat banget hari ini) - Hal kecil yang bikin aku bersyukur - Mimpi atau tujuan kecil yang pengin pelan-pelan kucapai Awalnya mungkin kamu cuma sanggup nulis 5 menit sebelum tidur. Nggak apa-apa. Di 2014 aku juga cuma nulis pendek-pendek, yang penting konsisten. Lama-lama, kebiasaan ini jadi magnet yang narik mimpi-mimpiku pelan-pelan. Dari yang tadinya cuma coretan nggak jelas, akhirnya aku berani bikin dream planner sendiri di 2016, dan dari situ hidupku kerasa lebih terarah. Kalau kamu tipe orang yang suka overthinking, bikin buku harian bisa jadi semacam "laboratorium" kecil (kayak simbol 🔬 di catatan lamaku). Di situ kamu bisa mengamati dirimu sendiri: pola toxic apa yang sering muncul? Kamu paling sering marah soal apa? Kapan kamu ngerasa paling hidup? Menulis itu bantu kita ngeliat diri sendiri dengan lebih jernih. Tips kecil biar konsisten menulis buku harian: - Jangan nunggu mood bagus. Justru tulis saat mood lagi berantakan. - Pakai pulpen dan kertas yang kamu suka, biar nulisnya lebih enak. - Simpan bukumu di tempat yang gampang dijangkau, misalnya di samping bantal. - Ingat: ini bukan untuk dinilai siapa pun. Ini ruang amanmu. Menulis buku harian itu bukan soal seberapa indah kata-katamu, tapi seberapa berani kamu jujur sama hati. Pelan-pelan aja, little step matters. Mungkin dari satu lembar jujur malam ini, kamu lagi mulai lembaran baru dalam hidupmu sendiri.





























