... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar istilah low maintenance friendship, aku juga sempat mikir, "Low maintenance artinya apa sih?" Ternyata simpel banget: ini tipe pertemanan yang nggak menuntut, nggak ribet, tapi tetap hangat dan awet. Bukan berarti cuek atau nggak peduli, tapi sama-sama paham kalau hidup semua orang punya fase dan kesibukan masing-masing.
Buat aku, apa itu teman yang “berharga”? Justru yang begini: dia nggak marah cuma karena kamu lama nggak balas chat, nggak ngambek kalau beberapa minggu nggak ketemu, tapi sekali ketemu di kafe atau nongkrong bareng, rasanya nyambung lagi kayak dulu. Obrolan selalu nemu titik temu, padahal fase hidup sudah beda-beda: ada yang sudah nikah, kerja, kuliah, atau pindah kota.
Kalau ngomongin "carilah teman yang membawa kebaikan", low maintenance friendship ini sering banget kelihatan dari hal-hal kecil. Misalnya:
- Dia nggak ikut-ikutan drama, malah jadi tempat kamu bercerita tanpa di-judge.
- Dia ingetin kamu pelan-pelan kalau kamu mulai keterlaluan atau nggak baik buat diri sendiri.
- Dia dukung mimpimu, bukan malah ngecilin atau ngetawain.
Teman kayak gini ringan di hati, kamu nggak merasa harus selalu tampil kuat atau sempurna. Bisa cerita apa adanya, termasuk soal insecure dan kegagalan.
Menurutku, teman terbaik itu bukan yang selalu ada secara fisik, tapi yang tetap relevan di setiap fase hidupmu. Mungkin kalian jarang foto bareng, jarang update di medsos, tapi ada momen-momen penting yang selalu kalian rayakan sama-sama: lulus, kerja pertama, patah hati, sampai cuma ngobrol random di kafe sambil dengerin musik dan liat piringan hitam nempel di dinding.
Low maintenance friendship juga ngajarin kita buat saling percaya. Percaya kalau hubungan kalian nggak rapuh cuma karena jarak atau waktu. Percaya kalau ketika kalian ketemu lagi, nggak perlu basa-basi canggung; langsung lompat ke obrolan yang dalam. Itu kenapa persahabatan begini bisa awet bertahun-tahun.
Kalau kamu lagi mikir, "Aku punya nggak ya teman kayak gini?" coba ingat siapa orang yang selalu bikin kamu tenang setelah ketemu, yang kamu nggak takut jadi diri sendiri di depannya. Kalau sudah kebayang satu atau dua nama, mungkin itu mereka. Pertahanin ya, hihi. Dan kalau belum punya, nggak apa-apa banget. Pelan-pelan, bukalah diri di lingkungan yang sehat, komunitas, atau circle baru. Kadang teman terbaik datang dari tempat yang nggak kita sangka-sangka.