Replying to @zivvv HWAAAA JELASINNYA BINGUNG SEMOGA MUDAH DI PAHAMI .
Kronologi :
Warcil ada program #JualKaryaBarengBocil & Usaha #ModalKontenDoang Benefitnya bisa dapet komisi dalam setiap penjualan.
6 orang remaja tergabung nih yang usianya udah 10 tahun keatas, jualan ganci di sekolah, awalnya si lancar sampe pas makin rame ada 1 anak namanya RARA alasan beragam hal :
1. Ka Uangnya kebawa mamaku
2. Ka Aku Lagi sakit
3. Kak Aku lagi sibuk
4. Kak uangnya udah aku setor ke Riri eh tapi kayak bukan riri ya? Kayak makhluk halus
Dia sempet nangis2 minta maaf tapi setelah itu hilang gapernah kesini tapi ternyata dia masi banyak pesenan ganci hingga akhirnya mesennya melalui Ruru.
Ruru tu awalnya baik karena temennya disuruh Bayar duly baru gancinya di proses ternyata pesenan dari teman teman Rara datanya ga dikirim ke warcil + uang nya pun ga dikasih ke warcil. Jadi dia bohong ke kedua belah pihak
GONGNYA WARCIL LAGI HAPPY2 malem minggu EH DI SAMPER SE RT 😭😭😭😭
2X !!!!
1. Temen2 nya si RARA
2. Temen2 nya si RURU
Imbasnya jadi Warcil, padahal nerima fotonya pun enggakkkkk!!!
Yaudah akhirnya ganci2 nya kaka proses dan udah males minta duitnya + bentuk pertanggung jawaban aku jg karena lalai + terlalu percaya. Tp cuma anak anak inisih 4 lainnya ganci masi jalan dan aman + komisi dan tabungan mereka banyak & mereka selalu ngasi minimal setengah uangnya duluan❤️
Mati 1 tumbuh seribu! Dan bentuk pertanggung jawabannya belum ada si, jadi aku lupain aja lah, capek juga biarin aja toh mereka udah ga jualan bareng warcil, fokus ke anak anak jujur aja karena #BeraniJujurituHebat!
Saya pernah terlibat dalam program Warcil yang menggabungkan remaja untuk berjualan ganci di sekolah dengan sistem komisi menarik. Awalnya, semuanya berjalan lancar dan menyenangkan. Namun, tidak selamanya mudah menjalankannya, terutama ketika beberapa remaja tidak jujur dalam mengelola uang hasil penjualan. Salah satu teman, Rara, sempat menghilang setelah beragam alasan yang akhirnya membuat pesanan berantakan. Temannya, Ruru, pun tidak membantu dengan baik bahkan berbohong ke dua belah pihak terkait pembayaran dan pengiriman data pesanan. Kejadian ini menjadi pengalaman berharga bagi saya dan yang lain di Warcil untuk lebih hati-hati dan tidak terlalu mudah percaya. Saya belajar bahwa kejujuran adalah hal utama, apalagi dalam bisnis bersama. Saya pun akhirnya memutuskan untuk fokus pada anak-anak lain yang lebih jujur dan bertanggung jawab dalam menjual ganci. Mereka selalu memberikan minimal setengah uang duluan, menunjukkan integritas tinggi. Meski kerugian terjadi akibat perilaku beberapa individu, saya percaya bahwa dengan semangat #BeraniJujurituHebat kita bisa bangkit dan tumbuh lebih baik. Melalui pengalaman ini, saya juga mengerti pentingnya komunikasi yang jelas dan transparan dalam kelompok usaha, agar tidak ada salah paham atau kecurangan yang bisa merugikan semua anggota. Saya berharap pengalaman ini dapat menginspirasi para orang tua dan pengelola program sejenis untuk lebih memperhatikan aspek kejujuran dan tanggung jawab, supaya hasil usaha bersama bisa maksimal dan membawa manfaat positif bagi semua pihak.






















