5 Tokoh wanita hebat yang pernah Depresi

Pernah merasa minder karena takut orang tau bahwa kamu punya penyakit mental? tenang, kamu ga sendiri kok.

Depresi itu bukan kelemahan atau aib, itu adalah penyakit yang bisa menyerang mental siapa saja, termasuk orang yang dikenal hebat sekalipun. Bahkan seorang artis, penulis, atau seorang putri sekalipun pernah mengalaminya.

Meskipun mereka adalah tokoh wanita yang sukses dan sangat terkenal, mereka berani terbuka soal kondisi kesehatan mentalnya. Mereka berani mencari pertolongan untuk dirinya sendiri.

Kalau kamu ngerasa relate sama ceritanya, kamu juga berhak untuk ditolong. Butuh bantuan? Hubungi profesional atau telepon 119 ext 8.

*Disclaimer: "Info berdasarkan interview & dokumenter publik.* Bukan untuk diagnosa.

7/9 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMengamati kisah nyata dari tokoh wanita hebat seperti Taylor Swift, Selena Gomez, J.K. Rowling, Princess Diana, dan Marilyn Monroe memberikan gambaran kuat bahwa depresi bisa menyerang siapa saja, tanpa membedakan status sosial, kesuksesan, atau ketenaran. Dari pengalaman mereka, saya belajar bahwa menerima kondisi mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah awal menuju kesembuhan. Sebagai seseorang yang pernah mengalami masa sulit dan merasa takut mengungkapkan kondisi mental kepada orang terdekat, membaca tentang keberanian mereka untuk terbuka dan mencari bantuan memberikan motivasi besar. Taylor Swift misalnya, yang menyadari pentingnya merawat diri sendiri setelah mengalami depresi dan body dysmorphia, mengajarkan saya bahwa self-care sangat vital. Selena Gomez yang memutuskan untuk menjalani terapi dan minum obat, sekaligus mendirikan yayasan untuk memperluas layanan kesehatan mental, menunjukkan dampak positif bila kita berani memperjuangkan kesehatan mental. J.K. Rowling yang menuangkan pergumulannya dalam karya Harry Potter, menggambarkan bahwa seni bisa menjadi pelampiasan sekaligus media penyembuhan. Sedangkan Princess Diana yang terbuka soal bulimia dan depresi di zamannya yang kurang peka terhadap kesehatan mental, adalah inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menutup diri atau merasa malu. Marilyn Monroe yang berjuang dengan kecemasan dan insomnia juga menekankan pentingnya dukungan profesional ketika menghadapi masalah mental. Dari cerita-cerita tersebut, saya makin yakin bahwa stigma tentang penyakit mental harus terus kita hapuskan. Jika kamu merasa mengalami hal serupa, sangat penting untuk menghubungi tenaga profesional atau layanan darurat seperti yang sudah disebutkan (telepon 119 ext 8 di Indonesia). Jangan sampai rasa takut atau malu menghalangimu mendapatkan bantuan yang kamu layak dapatkan. Menguatkan diri lewat pengalaman orang lain membantu saya lebih bijaksana dalam menerima diri sendiri dan orang lain yang sedang berjuang dengan kesehatan mentalnya. Semoga semakin banyak orang yang berani berbicara terbuka dan mencari pertolongan, sehingga kondisi mental menjadi perhatian utama di masyarakat tanpa ada rasa stigma.