Dengan cara ini nastar jd lebih cepat , dan rapi
Dulu aku selalu merasa bikin nastar itu ribet, apalagi kalau pengen teksturnya jadul yang lembut dan lumer tapi tetap kokoh. Setelah beberapa kali trial and error, akhirnya ketemu cara membuat nastar yang lebih cepat, rapi, dan nggak bikin tangan pegal. Pertama soal adonan. Untuk nastar jadul, aku biasanya pakai campuran butter dan margarin supaya rasanya gurih wangi tapi tetap ekonomis. Kuning telur aku tambahkan secukupnya biar adonan lembut dan nggak gampang retak. Tepung pakai terigu protein rendah, kadang aku campur sedikit maizena supaya teksturnya lebih crumbly dan ngeprul ketika digigit. Trik yang bikin proses lebih cepat adalah cara mencetak nastarnya. Daripada dibuletin satu-satu pakai tangan, aku bentuk adonan jadi gulungan panjang, lalu potong-potong dengan ukuran yang sama. Setelah itu baru dipipihkan sedikit, isi selai nenas, dan bulatkan. Dengan cara ini nastar jadi lebih seragam, rapi dan waktu bikin satu loyang rasanya jauh lebih singkat. Untuk isian, aku pakai selai nenas homemade yang dimasak sampai cukup kering. Ini penting supaya nastar nenas tidak bocor saat dipanggang dan kue nastar bisa tahan lebih lama. Kalau selainya masih basah, nastar cenderung cepat berjamur. Biasanya aku simpan selai di kulkas dulu semalaman supaya teksturnya lebih set dan mudah dibentuk bulatan kecil. Soal nastar tahan berapa lama, dari pengalamanku, kalau dipanggang sampai matang sempurna dan disimpan di toples kedap udara, nastar bisa tahan 2–3 minggu di suhu ruang. Kalau rumah cukup lembap, aku lebih suka simpan di tempat yang agak sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung. Jika ingin lebih awet, pastikan tangan kering dan bersih saat mengambil nastar dari toples, jangan campur dengan kue lain yang mudah lembap. Hal lain yang sering terlupa adalah olesan. Aku pakai campuran kuning telur, sedikit susu cair, dan minyak supaya permukaan nastar mengkilap cantik dan nggak terlalu keras. Olesan dilakukan dua kali: pertama sebelum dipanggang, lalu sekali lagi setelah nastar setengah matang. Hasilnya warna keemasan khas nastar jadul. Kalau kamu baru pertama kali bikin nastar atau sering gagal, coba mulai dengan satu resep kecil dulu. Catat apa yang kamu ubah: lama panggang, suhu oven, tekstur adonan. Dari situ pelan-pelan kamu akan menemukan versi nastar jadul favoritmu sendiri. Yang penting jangan takut mencoba, karena begitu dapat ritmenya, bikin nastar nenas itu malah jadi kegiatan yang menyenangkan, apalagi menjelang lebaran atau untuk stok camilan keluarga.
























































beli cetakan nya dimana