... Baca selengkapnyaAku dulu juga bingung banget bedanya deodorant dan antiperspirant. Di rak minimarket tulisannya mirip semua, ada yang dibilang deodoran antiperspiran, ada yang cuma deodorant biasa. Setelah sering coba-coba (dan beberapa kali gagal, ketiak tetep basah atau malah iritasi), akhirnya aku mulai paham kalau tiap produk itu memang beda fungsi.
Secara simpel, deodorant itu fokusnya buat menahan bau badan. Biasanya dia kerja dengan dua cara: nutupin bau pakai wangi (fragrance) dan/atau melawan bakteri penyebab bau. Tapi, deodorant nggak terlalu ngaruh ke keringat, jadi ketiak tetap bisa basah, cuma nggak bau menyengat.
Kalau antiperspirant, tugas utamanya adalah menahan keringat. Biasanya mengandung garam aluminium yang bantu “mengunci” pori-pori kelenjar keringat sementara, jadi produksi keringat berkurang. Cocok banget buat kamu yang punya keringat berlebih, misalnya ketiak sering tembus baju, apalagi kalau harus presentasi atau kerja di kantor tanpa AC.
Sekarang juga banyak produk antiperspirant yang sekaligus deodorant. Di gambar tadi aku tunjukin tiga kategori: yang cuma antiperspirant (tahan keringat tapi bau kadang masih tembus), yang cuma deodorant (bau aman tapi baju basah), dan yang combo antiperspirant + deodorant (tahan keringat dan bau sekaligus). Kalau kamu tipe yang gampang keringetan dan gampang bau, menurutku paling aman pakai yang combo.
Untuk macam-macam deodorant sendiri, bentuknya juga berpengaruh ke kenyamanan:
- Spray: praktis dan cepat kering, enak kalau buru-buru. Tapi beberapa orang dengan kulit sensitif bisa merasa perih.
- Roll-on: lebih lembap dan kerasa "basah" di awal, tapi biasanya lebih lembut di kulit.
- Stick: teksturnya padat, gampang diratain, dan nggak terlalu lengket.
- Cream atau gel: sering dipakai buat kulit sensitif karena formulanya lebih lembut.
Kalau kamu punya kulit sensitif, cari antiperspirant untuk kulit sensitif yang labelnya biasanya tulis "alcohol free", "fragrance free" atau "for sensitive skin". Di aku, produk yang terlalu wangi justru bikin ketiak gatal dan menggelap. Jadi sekarang aku lebih pilih produk yang wanginya soft atau hampir nggak ada wangi.
Buat yang punya keringat berlebih, tipsku:
1. Pakai antiperspirant malam hari sebelum tidur. Malam hari kelenjar keringat lebih tenang, jadi bahan aktifnya bekerja lebih maksimal.
2. Pagi hari tinggal touch up tipis kalau perlu, nggak usah tebal-tebal.
3. Pilih baju dengan bahan yang menyerap keringat seperti katun, biar kerja deodorant dan antiperspirant-mu lebih maksimal.
Kalau masih bingung mau mulai dari mana, coba dulu produk antiperspirant yang sekalian deodorant. Dari situ kamu bisa belajar, apakah masalahmu lebih ke bau badan, keringat berlebih, atau dua-duanya. Nanti tinggal disesuaikan lagi sama jenis deodoran yang paling cocok dengan kebutuhan dan jenis kulitmu.
kaa ko di aku deoxide ga nahan bau yaa.. kalo aku beralih ke mbk kira kira lebih bagus/makin parah yaa