#Seandainyanikah langsung hamil, apa masih sebersyukur ini ?
MasyaaAllah TabarakAllah
Allahumma Baarik
Aku menikah tahun 2019, dimana usiaku masih 23th, disaat yang bersamaan aku masih menjalani kuliah sambil bekerja. Tidak ada kata “menunda” untuk memiliki momongan.
Namun “momongan” yang mulanya kami tak pikirkan, gimana dikasihnya saja seiring berjalan waktu jadi kami pikirkan karena selama 1.5th pernikahan tanda-tanda kehamilan belum juga datang.
Karena hal itu kami mencoba berbagai macam promil dari yg medis hingga tradisional. Seingkat cerita diperjalanan kami yang ke 5 tahun kami berdua sepertinya sudah cukup “ikhlas” seandainya kami memang tidak ditakdir memiliki “momongan”.
Kami lanjutkan hidup dengan menjalankan rencana-rencana kami yg masih bisa kami wujudkan. Disaat kami benar-benar tidak memikirkan akan hal tersebut.
Qodarulloh diperjalan pernikahan kami yg ke-6 tahun aku dinyatakan POSITIF HAMIL. Kaget ? Sudah pasti. Tapi rasanya benar-benar tidak bisa diucapkan dengan kata atau kalimat apapun.
Hanya rasa BERSYUKUR teramat sangat akan hal ini. Aku salalu berpikir bahwa Allah SWT adalah sebaik-baiknya pemilik rencana dan akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yg kita inginkan.
Setelah mengetahui aku hamil aku jadi bisa flashback selama masa pernikahanku. Dan aku percaya kenapa aku baru diberi kepercayaan ini ditahun 2025 ini. Karena pasti Allah SWT tahu bahwa aku sudah siap untuk menerima kepercayaan dari-NYA.
Bagi para pejuang garis 2 diluar sana. SEMANGAT , teruslah SEHAT dan BAHAGIA. Semoga segera tiba waktunya untuk kalian ❤️
... Baca selengkapnyaPerjalanan menunggu kehamilan memang tidak selalu mudah dan sering membutuhkan kesabaran ekstra serta keteguhan hati. Seperti yang dialami oleh penulis, perjuangan selama lebih dari lima tahun melalui berbagai metode promil baik medis maupun tradisional menunjukkan betapa pentingnya usaha dan doa dalam mendapatkan momongan.
Setiap pasangan memiliki kisah dan waktu yang berbeda dalam menjalani proses ini. Namun, ada satu hal yang selalu menjadi pegangan utama, yaitu keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan rencana Allah SWT yang terbaik. Dari pengalaman ini, kita belajar bahwa rasa syukur bukan hanya pada saat kita mendapatkan apa yang diinginkan dengan mudah, tetapi juga pada saat kita bisa menerima dan ikhlas menjalani proses panjang yang penuh ujian.
Bagi pejuang garis dua atau pasangan yang sedang berjuang untuk mendapatkan kehamilan, penting untuk selalu menjaga kesehatan fisik dan mental, melakukan konsultasi rutin dengan dokter, serta mencari dukungan dari keluarga dan komunitas. Selain itu, menjaga positif thinking dan berserah diri pada Tuhan sangat membantu memberikan ketenangan dan kekuatan.
Tidak hanya fokus pada hasil, tapi juga menghargai setiap proses yang dijalani akan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam dalam hati. Ketika akhirnya kabar kehamilan datang, bukan hanya rasa bahagia yang dirasakan tapi juga rasa terima kasih yang luar biasa pada perjalanan panjang yang pernah dilewati.
Semangat dan harapan yang disampaikan oleh penulis kepada para pejuang garis dua menjadi pengingat bahwa kita tidak sendiri dalam perjuangan ini. Setiap doa dan usaha yang tulus akan mendapat balasan yang baik sesuai dengan waktu terbaik dari Allah SWT. Jadi, teruslah sehat, bahagia dan bersemangat, karena setiap kisah kehamilan adalah perjuangannya masing-masing yang penuh makna dan keberkahan.
🍋 Welcome to Lemon8! 🍋 Seneng banget lihat kamu posting! 🎉 Dapatkan tips agar konten kamu makin populer dengan follow @Lemon8Indonesia! Yuk posting lebih banyak konten lainnya! 🤩
Lihat komentar lainnya