BILA HATI RAPUH JANGAN BERSEDIH ALLAH BERSAMA MU
Dalam perjalanan hidup, saya sering mengalami saat di mana hati terasa sangat rapuh dan hampir menyerah pada kesedihan. Namun, saya belajar bahawa ketika kita merasa lemah, sebenarnya itu adalah peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari kekuatan dari-Nya. Salah satu pelajaran penting yang saya ambil adalah tentang istiqomah — keteguhan hati dalam beribadah dan berusaha walau dalam kesulitan. Dalam menghadapi ujian, saya cuba mengingati kata-kata dari karya “Aku Ingin Pulang” oleh Pappulung Aroppo yang sangat menyentuh jiwa, di mana setiap nafas dan langkah dalam hidup adalah pinjaman dan perlu dihargai dengan sujud dan doa. Kadang-kadang, kita merasa memiliki segalanya, tetapi hakikatnya semua itu hanyalah titipan sementara. Redho juga menjadi kunci penting agar hati tidak terus-menerus diliputi kesedihan. Dengan menerima ketentuan Allah, saya temukan ketenangan yang membebaskan jiwa dari tekanan hidup. Realiti dewasa mengajarkan bahawa kehidupan tidak selalu berjalan lancar, tetapi dengan iman yang teguh dan keyakinan bahwa Allah sentiasa ada di sisi, kita dapat menghadapi segala cabaran dengan lebih tabah. Saya juga sering menggunakan aplikasi seperti CapCut untuk membuat video motivasi yang mengingatkan diri sendiri dan orang lain agar tidak putus asa dan terus berusaha menjadi insan yang lebih baik. Ini membantu saya menyebarkan nilai positif tentang ketabahan, redho, dan istiqomah. Secara keseluruhan, pengalaman saya menunjukkan bahawa dalam keadaan hati rapuh, jangan biarkan kesedihan menguasai diri. Ingatlah bahawa Allah tidak pernah meninggalkan kita, dan setiap ujian adalah peluang untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan. Dengan sikap redho dan istiqomah, kita akan menemui jalan pulang kepada ketenangan dan rahmat-Nya.





























Bunda kangen.❤️👍🥰