... Baca selengkapnyaAku dulu suka bingung sama istilah ngemil atau nyemil. Di rumah ada yang bilang ājangan kebanyakan ngemilā, tapi temen-temen sering nulisnya ānyemilā. Sebenarnya dua-duanya sama aja, cuma beda penulisan dan pelafalan. Dalam Bahasa Indonesia baku, yang dipakai itu āngemilā, dari kata dasar ākamilā? Bukan, dari ākue kecil/cemilā? Kurang lebih maknanya sama: makan sedikit-sedikit di luar jam makan utama. Nah, di bahasa gaul atau sehari-hari, orang sering menulisnya ānyemilā karena lebih ngikutin cara kita ngomong.
Arti nyemil sendiri menurut pemahaman aku adalah kegiatan makan camilan dalam porsi kecil, biasanya buat nemenin kerja, nonton, atau sekadar ngisi perut di jeda sarapanāmakan siang, atau makan siangāmakan malam. Masalahnya, nyemil sering identik sama makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan serba digoreng. Makanya muncul istilah "nyemil tanpa takut dosa" karena kita pengin tetap bisa makan enak tapi nggak kebablasan merusak pola makan.
Sekarang aku coba lebih mindful milih camilan. Misalnya, waktu pengin yang manis-manis, aku pilih bakpia kacang hijau. Dari gambar yang aku share, bakpia kacang hijau itu lumayan oke karena kacang hijau adalah sumber protein nabati dan serat. Tetap enak, tapi nggak cuma tepung dan gula doang. Aku biasanya liat juga komposisinya, kalau bisa yang nggak terlalu banyak gula tambahan dan nggak terlalu berminyak.
Contoh lain yang lagi aku suka itu uli ketan. Dari info di kemasan, uli ketan itu gluten free, minim proses, dan nggak digoreng. Jadi buat kamu yang lagi coba lebih sehat dengan gluten free atau takut camilan serba tepung terigu dan minyak, uli ketan bisa jadi opsi. Teksturnya chewy, mengenyangkan, dan cocok banget jadi pengganti gorengan kalau lagi butuh sesuatu yang āngemil-ableā.
Supaya nyemil atau ngemil tetap aman, aku biasanya pakai beberapa trik ini:
1. Batasi porsi: beli kemasan kecil atau bagi camilan ke wadah kecil biar nggak kalap.
2. Utamakan camilan yang mengandung protein dan serat, misalnya kacang-kacangan, bakpia kacang hijau, atau olahan ketan seperti uli ketan.
3. Pilih yang minim proses dan nggak digoreng, jadi lebih hemat minyak dan lemak.
4. Jadwalkan waktu nyemil, misalnya di antara jam makan, bukan nyemil terus sepanjang hari.
Jadi, mau pakai kata ngemil atau nyemil, intinya sama aja: yang penting kamu lebih bijak milih jenis camilannya. Kita tetap bisa nyemil sehat, bergizi, dan enak tanpa merasa berdosa, asal tahu batas dan pilihannya.