... Baca selengkapnyaBanyak yang mikir musim kemarau itu waktunya ‘istirahat’ dari berkebun, padahal menurutku justru ini momen bagus buat belajar pilih tanaman yang kuat dan hemat air. Di rumah aku tetap nanam di pot dan polybag, yang penting kita paham karakter tanaman dan cara rawatnya.
Beberapa tanaman yang cocok di musim kemarau dan sering aku tanam: cabai rawit, kemangi, bayam merah, kangkung, terong, dan beberapa jenis bunga di pot besar seperti bougenville dan kembang kertas. Tanaman-tanaman ini relatif tahan panas, asalkan media tanamnya poros tapi tetap bisa simpan air (misalnya campuran tanah, kompos, dan sedikit sekam bakar).
Kalau kamu punya area yang kena matahari terik sepanjang hari, bisa manfaatkan naungan tanaman. Di kebun kecilku aku pakai paranet, kadang kombinasi dengan kain bekas atau anyaman bambu. Naungan ini membantu banget mengurangi sengatan matahari langsung di siang bolong, jadi daun nggak cepat layu atau gosong. Biasanya aku pasang naungan di area tanaman muda atau tanaman yang baru dipindah ke pot supaya nggak stres.
Musim kemarau cocok menanam apa di bawah naungan? Aku sering taruh sayuran daun seperti bayam merah, selada, dan sawi di area agak teduh. Mereka tetap dapat cahaya, tapi tidak sepanas area terbuka. Bunga di pot besar seperti anthurium dan beberapa tanaman hias hijau juga nyaman di bawah naungan tipis.
Soal penyiraman, kuncinya bukan sering, tapi dalam dan teratur. Aku usahakan siram sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 4 sore, supaya air tidak cepat menguap. Untuk pot dan polybag, aku lebih suka siram sampai air keluar sedikit dari bawah, jadi akar benar-benar kena air. Di beberapa pot aku coba sistem irigasi tetes DIY pakai botol bekas: botol diisi air, dilubangi kecil di tutup atau samping, lalu ditancapkan di dekat tanaman. Air keluar pelan-pelan, jadi tanah tetap lembap lebih lama.
Teknik lain yang kepake banget di musim kemarau adalah pakai mulsa. Aku pakai daun kering, rumput kering, atau serpihan ranting sebagai penutup tanah di atas polybag. Selain menjaga kelembapan, mulsa juga bantu menstabilkan suhu tanah dan mengurangi gulma. Tanaman terasa lebih ‘adem’ dan aku jadi nggak perlu siram sesering saat tanah dibiarkan terbuka.
Kalau kamu baru mulai, saran aku coba dulu beberapa jenis tanaman yang terkenal tahan di musim kemarau, amati mana yang paling kuat di kebunmu. Setiap rumah beda kondisi: ada yang super panas, ada yang masih dapat angin sepoi-sepoi. Dari pengalaman sendiri nanti kamu akan nemu kombinasi tanaman, naungan, dan pola siram yang paling pas buat kebunmu. Musim kemarau bukan halangan, asal pintar pilih tanaman dan sedikit kreatif, kebun rumah tetap bisa rimbun sampai waktu panen.
kalau mulsa nya pake sabut kelapa bisa juga kan ya kak?