MENGENAL MAKANAN SEHAT DAN TIDAK SEHAT
✨ SAVE DULU, MAIN NANTI! ✨
MENGENAL MAKANAN SEHAT DAN TIDAK SEHAT
Selamat mencoba, semoga bermanfaat 🤍✨
#mcipa #homeschoolingactivity #worksheetsforkids #montessoriactivity #idebermain
Waktu pertama kali ngenalin konsep makanan sehat dan tidak sehat ke anak, aku sempat bingung harus mulai dari mana. Akhirnya aku bagi dulu jadi 3 hal: jenis makanan, jam makan yang baik, dan sifat makanan (panas/dingin) supaya anak pelan-pelan paham. Untuk makanan sehat, biasanya aku jelasin kalau tubuh kita butuh "bahan bakar" yang bagus. Contohnya: nasi, roti gandum, sayur-sayuran, buah-buahan, telur, ikan, tempe, tahu, dan susu. Aku suka ajak anak lihat piringnya: harus ada karbohidrat (nasi/roti), lauk berprotein (ikan/telur/tempe), dan sayur atau buah. Biar lebih fun, kami kadang main tebak-tebakan, "Ini bikin gigi kita happy atau sad tooth?" terinspirasi dari worksheet HAPPY OR SAD TOOTH. Makanan sehat aku sebut bikin gigi happy karena nggak bikin cepat rusak. Untuk makanan tidak sehat, aku tidak langsung melarang, tapi jelasin kalau ini termasuk "makanan kadang-kadang". Misalnya permen, cokelat manis, minuman bersoda, makanan cepat saji, keripik yang sangat asin, dan gorengan berlebihan. Aku bilang ke anak, makanan ini boleh sekali-sekali saja, bukan tiap hari, karena bisa bikin gigi sad tooth dan tubuh jadi cepat capek. Soal jam makan yang baik, di rumah kami pakai pola simpel: sarapan, makan siang, makan malam, plus 1–2 kali snack sehat. Sarapan aku usahakan tidak terlalu siang supaya anak punya energi buat aktivitas. Snack sehat biasanya buah potong, yogurt, atau kacang panggang. Aku juga belajar untuk tidak kasih snack terlalu dekat dengan jam makan utama, karena nanti anak jadi nggak lapar saat waktunya makan. Aku juga pelan-pelan kenalin soal makanan yang bersifat panas dan dingin. Bukan berarti suhunya panas/dingin, tapi efeknya ke tubuh. Misalnya makanan yang bersifat panas seperti jahe, durian, cabai (pedas), kadang bikin badan terasa hangat dan kalau kebanyakan bisa bikin tidak nyaman di perut. Sedangkan makanan yang bersifat dingin seperti semangka, timun, es, biasanya bikin tubuh terasa segar. Ke anak, aku jelasin versi sederhananya saja: "Ini makanan yang bikin badan berasa hangat" dan "ini yang bikin badan berasa adem". Saat pakai worksheet atau aktivitas bermain, aku biasanya ajak anak menggunting gambar makanan dari brosur supermarket, lalu ditempel di dua kolom: makanan sehat dan tidak sehat. Dari situ kami lanjut ngobrol tentang kapan sebaiknya makan (jam makan yang baik), dan mana yang boleh sering, mana yang cukup kadang-kadang. Cara ini lumayan efektif karena anak merasa seperti sedang bermain, bukan digurui. Intinya, nggak perlu langsung sempurna. Pelan-pelan saja, mulai dari contoh makanan di rumah sendiri. Dengan cara UGC kayak gini, anak jadi lebih mudah memahami dan kita sebagai orang tua pun lebih sadar tentang pilihan makanan keluarga.






































