#kuedeppatorikhastoraja
Kue Deppa Torik adalah salah satu kue tradisional yang sangat dikenal di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Dari pengalaman saya mencoba membuat kue ini, bahan-bahan utamanya seperti gula merah, tepung ketan, tepung beras, dan kelapa parut sangat menentukan kelezatan dan tekstur kue yang dihasilkan. Saat menggunakan gula merah sebanyak 350 gram yang dicampur dengan 400 ml air, pastikan gula benar-benar larut dan air gula tersebut mendidih perlahan agar rasa manisnya pas dan gurih. Saya biasanya menggunakan minyak sekitar 150 ml untuk menggoreng atau memanggang adonan agar hasil akhir kue menjadi lebih renyah dan wangi. Tepung ketan sebanyak 250 gram dan tepung beras 500 gram dicampur menjadi satu untuk mendapatkan tekstur yang kenyal sekaligus sedikit renyah saat kue sudah matang. Jangan lupa untuk memasukkan kelapa parut segar sebanyak 250 gram agar aroma dan rasa kue semakin khas. Sedangkan wijen bisa ditambahkan sebagai taburan di atas kue sebelum dimasak untuk memberi sentuhan estetika sekaligus rasa gurih yang unik. Yang saya rasakan paling penting adalah kesabaran dalam mengaduk adonan hingga benar-benar rata dan memasaknya dengan suhu yang pas agar warna kue menjadi coklat keemasan tanpa gosong. Membuat Kue Deppa Torik ini bukan hanya soal resep, tapi juga tradisi yang membangkitkan kenangan akan momen keluarga dan kebersamaan. Bagi yang ingin mencoba variasi, Anda bisa menyesuaikan kadar gula merah agar rasa kue tidak terlalu manis atau menambahkan sedikit garam untuk menyeimbangkan rasa. Kue ini sangat cocok disajikan sebagai camilan saat minum teh atau kopi, dan juga sebagai hidangan istimewa saat acara adat di daerah HST. Membuat Kue Deppa Torik dengan resep tradisional ini memberi saya pengalaman yang menyenangkan dan mengajarkan saya akan nilai budaya yang terkandung di dalam setiap gigitan kue lokal Indonesia.





