Penggunaan Minyak Goreng memang sudah Menjadi kebutuhan utama dalam Hal masak memasak..
Namun, seiring bertambah nya usiaku saat ini yang 35++ 🤭 sepertinya harus sudah mengurangi makanan berminyak🙈, walaupun sulit tapi harus berproses dulu sepertinya🤭
Tapi #Seandainya bisa memilih Minyak Goreng untuk memasak, sejujurnya aku Ingin pakai Minyak Goreng yang bening, Karena jauh lebih sehat 🥰 tapi apa daya liat Harganya kalau sebulan 2 x beli minyak bening ini lumayan agak boncos di dompet ya 🤭😂 Walau ada Air Fryer di rumah hadiah Dari lemon waktu itu, tapi gak bisa dipake untuk goreng adonan basah🤭
kalau harus memilih kalian lebih ingin pakai Minyak Goreng Bening atau Minyak Goreng Sawit warna Kuning nih 🤭 ?? Share yuks
... Baca selengkapnyaAku pribadi pernah coba pakai beberapa jenis minyak makan, mulai dari minyak goreng 88 yang kuning, sampai minyak goreng bening yang biasanya diklaim lebih sehat. Jujur, dari segi harga, minyak kuning sawit masih jauh lebih bersahabat. Kalau belanja bulanan, selisihnya kerasa banget apalagi kalau di rumah sering masak goreng-gorengan.
Tapi dari segi rasa dan hasil gorengan, menurutku ada bedanya. Waktu pakai minyak goreng bening, gorengan tuh rasanya lebih ringan, nggak terlalu nyeplak minyak, dan baunya juga nggak terlalu tajam. Minyaknya juga lebih awet bening kalau dipakai goreng yang nggak terlalu kotor, misal cuma goreng tempe, tahu, atau ayam yang sudah dimarinasi kering. Sedangkan saat pakai minyak makan biasa atau minyak goreng 88 yang kuning, gorengan memang renyah tapi lebih cepat bikin eneg kalau kebanyakan.
Biar dompet nggak terlalu boncos, aku sekarang lebih pilih kompromi. Untuk masakan harian yang digoreng banyak minyak (kayak ayam goreng buat satu rumah), aku masih pakai minyak kuning sawit yang lebih murah. Tapi untuk gorengan yang sering aku makan sendiri, atau buat anak, aku usahakan pakai minyak goreng bening supaya sedikit lebih tenang soal kesehatan. Jadi bukan berarti full ganti, tapi pelan-pelan atur prioritas.
Satu hal yang menurutku penting juga: cara pakai minyak makan. Mau pakai minyak goreng 88, minyak kuning, atau minyak bening, usahakan jangan dipakai berulang kali sampai hitam. Maksimal aku pakai 2–3 kali, itu pun untuk jenis gorengan yang nggak banyak tepung. Begitu minyak mulai keruh, bau tengik, atau berubah terlalu kental, mending diganti. Kadang sayang ya, tapi kalau mikir kesehatan jangka panjang, rasanya lebih worth it.
Aku juga sekarang jarang banget pakai teknik deep frying. Lebih sering pan fry dengan sedikit minyak, atau kalau bisa, panggang di oven atau pakai air fryer. Memang betul, air fryer nggak cocok buat adonan basah, tapi lumayan banget buat ayam, kentang, sosis, dan camilan lain yang bisa di-spray tipis minyak makan saja.
Jadi, kalau kamu lagi mikir mau pilih minyak makan yang mana, mungkin bisa cobain cara kayak aku: minyak bening untuk menu tertentu, minyak kuning sawit untuk kebutuhan besar, sambil tetap pelan-pelan kurangi makanan berminyak. Yang penting bukan cuma merek atau jenis minyaknya, tapi juga seberapa sering kita konsumsi gorengan dan bagaimana cara kita mengolahnya.
pengennya bening Kaka tapi apalah dayaku.. mampunya yang kuning 🥰🥰