Maut Hanya Menyapamu Kali Ini...
Suasana di kos-kosan Pak RT lagi hening banget. Cuma ada suara jangkrik yang berisik, sama suara langkah kaki Raka yang lagi jalan santai di lorong.
Raka ini tipikal cowok idaman; rahang tegas, rambut gondrong, dandan keren khas Vokalis Band.
Tiba-tiba, dari arah jemuran, muncul Tasya. Cantik banget, wajahnya mulus kayak porselen, dengan senyum manis tapi misterius.
"Baru Pulang, Ka?" tanya Tasya pelan. Suaranya halus, bikin merinding tipis.
Raka senyum, "Baru balik kerja nih. Kamu sendiri? Tumben malam-malam ke sini?"
Tasya cuma terkekeh. "Lagi cari udara aja."
Mereka ngobrol bentar di bawah lampu lorong yang agak redup dan kedap-kedip. Raka sempat ngerasa ada yang aneh. Tasya kok nggak kedip sama sekali? Terus, kok hawa di sekitar mereka jadi dingin banget, padahal Surabaya lagi panas-panasnya.
Pas Raka mau pamit masuk kamar, dia nggak sengaja nunduk ke bawah. Jantung Raka hampir copot. Tasya nggak napak! Kaki cewek cantik itu melayang sekitar dua senti di atas ubin semen.
Raka buru-buru noleh lagi ke wajah Tasya. Kali ini, wajah cantik itu perlahan berubah. Kulitnya pucat membusuk, matanya melotot kosong, dan senyum manis tadi berubah jadi seringai lebar penuh darah.
"Mau nemenin aku selamanya?" bisik Tasya di telinga Raka.
Raka lari tunggang-langgang masuk kamar, kunci pintu, dan gemeteran sampai pagi.
Besoknya, Pak RT bilang kalau kamar ujung itu sudah kosong sejak tiga tahun lalu, setelah penghuninya—seorang cewek cantik—meninggal bunuh diri.
Raka cuma bisa nelan ludah. Ternyata, "cewek cantik" yg tiap makam menyapa nya itu bukan manusia. Dan Dia belum benar-benar pindah...
#kontenhoror #pecintahoror #mauthanyamenyapamukaliini #horormania #bismillahfyp








































