Di Dalam Cermin
*Di Dalam Cermin*
Pagi itu, Raka terbangun dengan rasa aneh yang menjalar di tengkuknya. Biasanya, cahaya matahari Surabaya yang menyengat bakal langsung bikin dia meringis, tapi hari ini sunyi.
Kosnya yang biasa berantakan terasa... rapi. Terlalu rapi.
Raka bangkit. Sosok pria ganteng yang biasa dia lihat di cermin—dengan rambut yang selalu berantakan—kini terlihat sangat "sempurna". Dia berjalan ke cermin besar di sudut kamar. Di sana, Laras, pacarnya yang cantik jelita, sedang berdiri.
Tapi tunggu, kenapa Laras menghadap ke cermin? Kenapa dia menatap "Raka" dengan tatapan kosong?
"Ras? Kok bengong?" tanya Raka. Suaranya terdengar jauh, seperti dari dalam air.
Laras tidak menjawab. Dia malah mengulurkan tangan, menyentuh permukaan kaca.
Saat jarinya menyentuh cermin, kaca itu beriak seperti kolam air tenang yang dilempar batu. Raka terkesiap. Dia melihat dirinya sendiri—bukan di luar cermin, tapi *di dalam* sana.
Di dalam cermin, Raka yang "asli" sedang berteriak, memukul-mukul kaca dari arah dalam. Matanya merah, wajahnya penuh ketakutan.
Sementara Raka yang sekarang berdiri di kamar ini, justru tersenyum miring. Senyum yang tidak pernah Raka punya.
Raka yang di luar cermin—si peniru—menoleh ke arah Raka yang terperangkap di dalam kaca. Dia berbisik pelan,
"Terima kasih sudah menjaga tubuh ini, Raka.
Sekarang, giliran aku yang menikmati dunia luar."
Si peniru itu merangkul pinggang Laras, yang ternyata juga hanya bayangan dingin. Raka yang asli hanya bisa menggedor-gedor kaca, melihat tubuhnya sendiri melangkah keluar kamar, meninggalkan kamarnya yang kini terasa seperti penjara kaca yang membeku.
Di dalam sana, dunianya terbalik. Dan yang paling mengerikan? Dia sadar, dia bukan lagi manusia. Dia cuma pantulan yang mulai memudar...
#kontenhoror #cerpenhoror #didalamcermin #pecintahoror #bismillahfyp







































