Kosan Bu Broto

*Kosan Bu Broto*

Malam itu, giliran kamar nomor 4. Penghuninya, Risan, lagi lembur skripsi pas dengar suara ketukan pelan di pintu.

"Mas Risan, ini wedang jahe buatan Ibu," suara Bu Broto, si ibu kos, terdengar serak di balik pintu.

Risan buka pintu. Bu Broto senyum lebar banget—terlalu lebar, dengan mata melotot. Di nampannya ada segelas air keruh. Rian yang haus langsung minum setengah gelas sebelum sadar rasanya aneh: asin kayak air kuburan. Tiba-tiba perutnya mulas, pandangannya kabur, dan dia ambruk ke lantai.

Sebelum kesadarannya habis, dia dengar Bu Broto tertawa cekikikan sambil nyeret kakinya ke sudut kamar.

"Tumbal kelima... Pesugihan lunas!" bisik Bu Broto senang.

Risan sadar, tapi badannya kaku kayak patung. Dia bukan orang pertama. Di pojok kamar, bayangan-bayangan transparan mulai muncul: Dika anak teknik, Maya mahasiswi sastra, dan ada korban lainnya, sekeluarga.

Mereka berdiri mengelilingi Risan dengan tatapan kosong tapi penuh dendam.

*“Jangan diam aja, Bangkit,”* bisik suara Maya di kepalanya.

Arwah-arwah itu gak tinggal diam. Mereka kompak maju, memegang tangan dan kaki Risan, mengalirkan energi dingin yang bikin Risan bisa ngedipin mata lagi. Maya kasih gestur nyuruh Risan ngambil gelas racun tadi.

Pas Bu Broto masuk bawa tali tambang buat ngiket Rian, arwah-arwah itu langsung nyergap. Mereka nahan tubuh Bu Broto yang mendadak histeris, nutup mulutnya pakai hawa dingin kasat mata. Bu Broto meronta-ronta, tapi tenaganya kalah sama akumulasi dendam lima anak kos.

Risan, dengan sisa tenaga, bangkit dan nyiram sisa air di gelas pas ke muka Bu Broto.

*Prang!* Gelas pecah. Bu Broto menjerit melengking.

Seketika, tubuhnya tersedot ke lantai kamar yang mendadak retak, ketarik ke bawah bumi bersama jeritan kesakitan yang makin lama makin pelan.

Kamar kembali sunyi. Risan terduduk lemas. Di depannya, bayangan Dika, Maya, dan yang lain tersenyum tipis, lalu pudar perlahan jadi angin malam, ninggalin Risan yang kapok ngekos cari yang murah...

#kontenhoror #pecintahoror #kosanbubroto #bismillahfyp

5 hari yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman menginap di kosan memang sering jadi cerita seru, tapi Kosan Bu Broto ini berbeda. Dari narasi yang ada, jelas bahwa suasana kosan sangat menyeramkan, terutama kamar nomor 4 yang ternyata menyimpan rahasia gelap berupa "pesugihan" dan tumbal para penghuni sebelumnya. Dalam konteks horor, keberadaan arwah dan kisah dendam seringkali menjadi daya tarik utama yang memancing imajinasi pembaca. Saya sendiri pernah membaca beberapa cerita tentang kosan berhantu yang membuat nyaman sekaligus merinding, seperti pengalaman mahasiswa yang mendengar suara-suara aneh atau melihat bayangan misterius. Namun, konsep "pesugihan" yang diangkat dalam cerita ini cukup menarik dan jarang ditemui di cerita horor kosan pada umumnya. Kalimat "Tumbal kelima... Pesugihan lunas!" juga mengundang rasa penasaran tentang apa motif Bu Broto dan bagaimana dia bisa bertahan lama dengan cara tersebut. Justru kemunculan arwah para korban yang saling bersekongkol menyelamatkan penghuni kos memberi pesan bahwa kekuatan kebaikan dan semangat untuk melawan kejahatan bisa bersatu. Ini mengingatkan saya pada beberapa film horor Indonesia di mana korban arwah bisa menjadi pahlawan dalam melindungi yang masih hidup dari kejahatan supernatural. Bagi para pembaca yang mencari kosan, cerita ini menjadi peringatan agar lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih tempat tinggal, terutama kos-kosan dengan harga murah yang mungkin menyimpan rahasia gelap. Jangan hanya tergoda biaya murah atau lokasi strategis, tapi perhatikan juga reputasi dan pengalaman penghuni sebelumnya. Terakhir, cerita "Kosan Bu Broto" mengingatkan saya pada pentingnya usaha keras dan kewaspadaan ketika menghadapi situasi yang tidak biasa. Seperti Risan yang awalnya hanya ingin lembur skripsi tapi akhirnya harus berjuang melawan kekuatan gaib. Saya yakin banyak pembaca yang akan menikmati cerita ini karena banyak unsur horor yang kuat, misteri, dan juga pesan moral tersembunyi sehingga membuat kisah ini lebih dari sekadar cerita menakutkan biasa.