Harga Mahal Sebuah Pil
*Harga Mahal Sebuah Pil*
Malam itu udara Surabaya rasanya lengket banget. Mia duduk di tepi kasur, napasnya ngos-ngosan habis nimbang berat badan. Angka di timbangan digital itu justru makin kejam: 118 kilogram.
Padahal sudah sebulan lebih dia ikutan "Geng Langsing Semangat", sebuah perkumpulan eksklusif cewek-cewek berbadan subur yang mimpinya cuma satu: punya tubuh ramping ala model majalah.
Di grup itu, aturan mainnya ketat tapi menjanjikan.
Sesi konseling rutin diadakan seminggu sekali di sebuah rumah tua daerah Gubeng. Masalahnya, tiap habis pulang dari sana, Mia bukannya termotivasi, malah stres setengah mati. Dengerin omongan si pembimbing yang nyinyir soal kalori bikin mentalnya down.
Ujung-ujungnya? Pelampiasannya ke sepanci indomie rebus pakai dobel telur dan nasi padang tengah malam. Hasilnya zonk.
Temen-temen segrupnya pada berhasil turun belasan kilo dan cabut dari grup, tinggal Mia sendirian yang jalannya makin berat kayak bawa galon aqua dua biji.
Karena malu dan frustrasi, Mia mangkir dari konseling selama dua minggu penuh. HP-nya bergetar terus, diteleponin sama sang pembimbing.
Akhirnya, dengan sisa-sisa nekat, malam itu dia datang lagi ke rumah Gubeng.
Begitu masuk ruang tamu, mata Mia langsung terbelalak. Helga, temen sesama "pembawa beban berat" yang dulunya badannya paling gembrot dibanding dia, sekarang duduk di sofa dengan dress selutut ukuran S. Wajahnya tirus, pangling banget.
"Malam ini sesi kelulusan gue, Mia. Gue cabut dari grup," kata Helga sambil senyum tipis.
Mia melongo.
"Kok bisa, Hel? Dua minggu gue bolos, badan lo kempes drastis begini? Spill dong rahasianya, please!"
Helga tadinya sok jual mahal. Tapi karena didesak terus, dia akhirnya ngeles ke teras belakang. Dengan suara berbisik, dia ngeluarin botol kecil dari tasnya.
"Gue minum pil ajaib. Satu botol isi seratus biji harganya 88 juta," bisik Helga.
Muka Mia langsung pucet. Mana punya duit segitu?
Melihat temannya nelangsa, Helga berbaik hati ngasih dua butir gratis buat percobaan. "Nih, coba buktiin sendiri."
Besok paginya, Mia nimbang badan. Astaga! Turun dua kilogram. Hari berikutnya, turun lagi dua kilo. Rasanya kayak keajaiban dunia. Senang bukan kepalang, Mia langsung kalap pengen beli eceran ke Helga seharga 900rb per butir.
Demi pil keparat itu, Mia kehilangan akal sehat. Laptop kesayangan dijual murah, HP digadai, motor matic dipindahtangankan, perhiasan emas ibunya diam-diam diloakkan, bahkan surat tanah rumah orangtuanya nekat dia gadaikan ke rentenir tanpa izin. Yang penting langsing.
Sialnya, pas hari ke-40, suplai dari Helga mendadak terhenti total. Helga dikabarkan meninggal dunia secara mendadak di kamarnya.
Yang Mia enggak tahu sama sekali, pil mahal itu dibeli Helga dari forum gelap online. Ada syarat kecil di balik botolnya yang luput dibaca: *Sekali habis, pembeli tidak bisa order lagi*
Sekarang, Mia memang kurus. Tulang rusuknya menonjol, bajunya kedodoran semua. Tapi bukan itu malapetaka utamanya...
Tiap jam dua malam, dia selalu terbangun karena mimpi buruk, bau daging terbakar. Dan yang bikin darahnya mendadak dingin, ke mana pun dia melangkah kemanapun bahkan dalam rumah, selalu ada bayangan hitam bau abu jenazah yang setia mengekor di belakangnya, siap membawanya pergi...
#kontenhoror #ceritamisteri #hargamahalsebuahpil #bismillahmonet #cerpenhoror












































horor