Nostalgia Bunga serojak
Pas dengar kata “bunga seroja”, aku langsung keingat potongan lirik, “oh, adik memetik bunga, mari menyusun seroja bunga seroja, hiasan sanggul remaja putri remaja”. Dulu aku cuma nyanyi saja tanpa mikir artinya, sekarang baru terasa kalau bunga seroja ini sebenarnya punya filosofi yang dalam. Secara sederhana, filosofi bunga seroja sering dikaitkan dengan kecantikan dan keteguhan hati. Seroja tumbuh di air yang keruh, tapi bunganya tetap cantik dan bersih. Dari situ aku jadi mikir, mungkin pesan di balik lagu ini adalah bagaimana seorang remaja putri tetap menjaga rupa yang elok, sikap yang baik, walaupun hidup nggak selalu mulus. Bagian lirik “rupa yang elok jangan di manja, pujalah dia oh, saja sekedar saja” buatku seperti nasihat supaya kita menghargai kecantikan dan keanggunan, tapi tetap sewajarnya, nggak berlebihan. Kalau dilihat dari arti lagu Seroja secara keseluruhan, terasa banget nuansa zaman dulu, “sekarang bukan zaman bermenung, mari bersama…”. Seolah-olah lagu ini ngajak kita keluar dari kebiasaan melamun dan mulai bergerak, menikmati hidup dengan sederhana, sambil tetap menjaga penampilan dan sikap. Di kepala aku, gambarnya itu remaja putri yang sedang berhias, menyusun bunga seroja jadi hiasan sanggul, sambil dinasehati orang tua atau orang yang lebih dewasa. Arti bunga seroja sendiri buatku sekarang lebih luas. Selain identik dengan kecantikan perempuan, seroja juga bisa dimaknai sebagai harapan dan kemurnian hati. Dia tumbuh di atas air, nggak tenggelam, seperti mengingatkan kita untuk tetap “mengapung” di atas masalah. Jadi setiap kali dengar lagu Seroja, aku nggak cuma merasa nostalgia, tapi juga diingatkan untuk tetap tegar dan lembut di saat yang sama. Menariknya, meski liriknya terdengar klasik, pesan “sekarang bukan zaman bermenung” masih relevan buat zaman sekarang. Di tengah banyaknya distraksi dan overthinking, lagu ini seakan bilang: udah, jangan kelamaan bengong, jalani hidup, rawat diri, dan jangan lupa bersyukur. Bunga seroja jadi simbol sederhana yang mengikat semua pesan itu: kecantikan, keteguhan, dan keceriaan ala remaja putri yang anggun tapi tetap apa adanya. Kalau kamu dulu juga sering dengar atau nyanyi lagu Seroja, coba sekarang dengarkan lagi sambil perhatiin tiap baitnya. Siapa tahu kamu juga nemu makna baru dari filosofi bunga seroja yang selama ini cuma kamu lewatin begitu saja.