Hallo Moms
Semangat Pagi 💪💪💪
Walau Donat udah nga seliweran lagi,
Tapi untuk kali ini izinkan lah Donat nya muncul lagi dengan tampilan beda.
Donat dengan rasa Savory
Di coba donat dengan rasa Savory dari dapur Signora ..😋
Buat ya 😜
Ini resepnya :
DONAT KENTANG SAVORY
Bahan A
200 gr tepung pro tinggi
50 gr tepung pro sedang
100 gr kentang kukus, haluskan
35 gr gula
5 gr ragi
15 gr susu bubuk
2 btr kuning telur
60-65 ml air es
Bahan B
35 gr mentega
3 gr garam
Cara: `
1.Proses Bahan A hingga tercampur lalu campur dengan Bahan B, mixer hingga kalis (windowpane) kurang lebih 10 menit
2.Bulatkan adonan dan diamkan selama 10 menit
3.Timbang 60 gr lalu rounding dan proofing selama 15 menit
4.Cetak donat (degasing) dan proofing kembali selama 40 menit
5.Celupkan donat ke dalam putih telur lalu balur dengan tepung panir hingga rata
6.Goreng di suhu 160c (suhu stabil)
7.Potong donat menjadi dua bagian lalu isi dengan sayur atau daging sesuai selera
Selamat mencoba & Moga suka
Selain resep donat kentang savory yang gurih ini, aku juga mau sekalian bahas sedikit soal bahasa Indonesia, soalnya banyak yang cari contoh kalimat opini pakai kalimat: “kue donat buatan ibu sangat lezat”. Kebetulan nyambung banget sama resep donat kentang yang aku bikin. Jadi, kalimat “kue donat buatan ibu sangat lezat” termasuk kalimat opini karena isinya berdasarkan perasaan, penilaian, atau selera pribadi, bukan fakta yang bisa diukur sama semua orang. Buat aku, donat buatan ibu bisa terasa sangat lezat, tapi buat orang lain belum tentu rasanya sama. Kata “sangat lezat” ini sifatnya subjektif: tergantung lidah, kebiasaan makan, bahkan mood orang yang mencicipi. Berbeda dengan kalimat fakta, misalnya: “kue donat buatan ibu terbuat dari tepung terigu, telur, dan gula”. Itu bisa dibuktikan lewat resep atau melihat langsung proses membuatnya. Jadi, kata kunci kalimat opini biasanya berupa kata-kata penilaian seperti lezat, enak, cantik, terbaik, terburuk, dan sejenisnya. Waktu aku bilang donat kentang savory ini gurih dan lembut, itu juga termasuk opini, karena berdasarkan pengalaman dan selera aku sendiri setelah mencoba resep ini di dapur. Saat membuat donat kentang savory, aku benar-benar merasakan sendiri prosesnya. Mulai dari mengolah Bahan A dan Bahan B hingga tercampur rata, mixer adonan hingga kalis dengan hand mixer (di resep tertulis hand mixer Silencio), lalu lanjut ke tahap timbang 60 gr, rounding, dan proofing 15 menit. Setelah itu cetak donat dan proofing kembali selama 40 menit supaya hasilnya mengembang bagus. Bagian yang paling seru adalah waktu celupkan donat ke dalam putih telur, balur dengan tepung panir, lalu goreng donat di suhu 160°C sampai keemasan. Tekstur luarnya jadi renyah, bagian dalamnya tetap empuk. Nah, setelah jadi, aku mencicipi donat kentang savory ini dan menurutku rasanya enak dan gurih banget, apalagi kalau diisi sayur tumis atau daging. Tapi ingat, saat aku bilang “enak banget” atau “lezat”, itu tetap kalimat opini. Orang lain bisa setuju, bisa juga tidak. Di sinilah bedanya: fakta bisa dibuktikan, opini lebih ke rasa dan pendapat pribadi. Jadi, kalau kamu lagi belajar membedakan kalimat fakta dan opini, kamu bisa pakai contoh dari dapur sendiri. Tulis bahan-bahan dan step by step sebagai kalimat fakta, lalu tulis komentar kamu tentang rasa donat sebagai kalimat opini. Sambil belajar teori bahasa Indonesia, kamu juga bisa praktik bikin donat kentang savory di rumah. Siapa tahu nanti kamu juga bilang, “kue donat buatan ibu (atau buatan sendiri) sangat lezat”, dan itu jadi opini versimu sendiri.































![Gambar menampilkan segumpal rambut rontok berwarna gelap di atas kain terang, dengan teks "Mom Talk", "Bun tau gak", dan "Apa itu POSTPARTUM HAIR LOSS?" serta "[Cerita Newmom]".](https://p16-lemon8-cross-sign.tiktokcdn-eu.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/owbBAIY0XWBQrATl7AAwPEaa07KL7AniFMiQP~tplv-sdweummd6v-shrinkf:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_middle_feed_list&x-expires=1818676800&x-signature=Rl6wGVjj3M85guCLR3%2FP01ijrmU%3D)


waw enakk nihh save dulu ah