Siapa nihh yang suka salah pake #brush make up nih???
Ternyata setiap brush punya kegunaannya masing - masing ya... Jujur aku juga baru tau pas bikin konten ini yang aku tau cuman kalau gede buat #Blushon dan yang kecil buat #eyemakeup hehee... kira - kira ada yang sama nggak sih kaya aku??
... Baca selengkapnyaDulu aku kira semua kuas makeup itu sama aja, yang penting halus dan enak dipakai. Tapi setelah sering coba-coba dan baca-baca, aku baru sadar ternyata bentuk dan ukuran kuas itu ngaruh banget ke hasil makeup, apalagi buat pemakaian blush on dan eye makeup.
Pertama, soal kegunaan blush on. Supaya pipi kelihatan merona natural dan nggak dempul, aku sekarang selalu pakai Blush Brush yang bentuknya agak bulat dan bulunya lebih lembut. Cara pakainya, aku ambil sedikit produk, tap-tap dulu di punggung tangan, baru sapukan di area apples of the cheeks (bagian pipi yang paling menonjol saat senyum). Gerakannya memutar pelan ke arah atas dekat pelipis. Kalau kuasnya terlalu pipih atau terlalu kecil, sering banget blush on jadi kelihatan ngeblok dan susah dibaur.
Lalu ada Powder Brush. Ini biasanya ukurannya paling besar, bulat, dan fluffy. Aku pakai buat ngeset foundation pakai bedak tabur atau bedak padat. Tipsnya, jangan digeser terlalu keras, cukup di-tap pelan di area yang gampang berminyak seperti T-zone. Kuas yang gede dan lembut bikin bedak lebih rata dan nggak kelihatan tebal.
Foundation Brush biasanya bentuknya pipih atau agak padat. Dulu aku pakai tangan aja buat foundation, tapi setelah coba kuas, hasilnya lebih rapi dan coverage-nya bisa diatur. Aku suka pakai kuas dulu buat meratakan, baru di-blend lagi pakai sponge supaya nggak belang.
Contour Brush dan Shading Brush juga penting kalau mau bikin ilusi wajah lebih tirus. Kuas contour biasanya miring (angled) dan ukurannya medium. Aku pakai buat sisi pipi dekat telinga, rahang, dan sedikit di pinggir hidung. Shading Brush yang lebih kecil bisa dipakai buat shading hidung biar lebih presisi.
Highlighter Brush bentuknya lebih kecil dan agak runcing atau seperti kipas kecil. Ini enak banget buat taruh highlighter di tulang pipi, batang hidung, dan ujung hidung. Kalau pakai kuas terlalu besar, highlighter suka melebar ke mana-mana dan jadi kelihatan terlalu glowing.
Untuk mata, aku pakai beberapa jenis kuas: Eyeshadow Brush buat taruh warna utama di kelopak, Blending Brush buat ngebaur biar nggak ada garis tegas, dan kadang pakai kuas kecil buat inner corner. Blending Brush ini yang paling kerasa bedanya, karena bikin transisi warna eyeshadow jadi halus banget.
Eye Brow Brush biasanya miring dan agak keras, dipakai buat ngisi alis dengan pomade atau powder. Bentuk miringnya bikin garis alis lebih rapi dan gampang ngikutin bentuk alis. Sedangkan Lip Brush berguna banget kalau pakai lipstik yang teksturnya creamy atau dari pot kecil. Hasilnya lebih presisi, terutama di garis bibir.
Intinya, punya banyak kuas makeup bukan cuma gaya-gayaan. Kalau ngerti fungsi masing-masing—Powder Brush, Foundation Brush, Contour Brush, Blush Brush, Shading Brush, Highlighter Brush, Eyeshadow Brush, Blending Brush, Eye Brow Brush, sampai Lip Brush—hasil makeup jadi lebih halus, rapi, dan nggak terlalu boros produk. Pelan-pelan aja, sambil dipraktikkan, nanti lama-lama kebiasa dan nggak bingung lagi mana kuas buat apa.