Bun akhir-akhir ini kalau lihat berita di sosmed/TV sering ngeri sendiri ya, banyak bencana di mana-mana. Apalagi BMKG juga udah mengumumkan kalau akan ada gempa Megahtrust dan masyarakat harap bersiap. Jadi hari ini aku mau bahas apa aja sih isi tas siaga bencana versi aku (2 orang dewasa + 1 toodler)? Yap ini dia antara lain:
1. Baju 2 setel + dalaman untuk ayah dan ibu
2. Baju 3 setel untuk toodler + dalaman
3. Jaket masing" 1 perorang
4. Selimut darurat
5.Mantel masing" 1 perorang
6. Tisu basah & tisu kering
7. Senter, gunting & peluit
8. Obat-obatan, masker & Sof**x
9. Alat mandi
10.Makanan siap santap (buat untuk 3 hari) & minum
11. Susu, dot dan keperluan toodler
12. Dokumen penting
13. Uang cash
14. Hp, cash dan powerbank
Kurang lebih itu yang aku masukkan ke dalam tas siaga bencanaku. O iya jangan lupa cek tanggal kadaluarsa untuk makanan dan obat setiap 6 bulan sekali dan ganti yang baru yaa. Tidak ada salahnya untuk bersiap, tapi semoga tas siaga bencana ini tidak pernah terpakai. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin 🤲
Kalau bunda gimana nih udah menyiapkan tas siaga bencana belum? Apa aja isinya? Share di kolom komentar yaa 😉
... Baca selengkapnyaPas mulai nyusun tas siaga bencana keluarga, jujur aku sempat bingung banget: tas siaga bencana isi apa saja sih biar benar-benar kepakai kalau keadaan darurat? Akhirnya aku coba rangkum versi yang agak lebih lengkap, terinspirasi juga dari rekomendasi BNPB tapi tetap disesuaikan sama kebutuhan keluargaku.
Pertama, aku pisahkan isi tas siaga bencana jadi beberapa kategori: pakaian & dokumen, perlengkapan darurat, makanan siap santap, dan kebutuhan khusus (kayak bayi/toddler atau lansia). Untuk pakaian, selain baju ganti aku juga masukin pakaian dalam, kaos kaki, dan satu set baju yang agak tebal buat jaga-jaga kalau harus mengungsi di tempat yang dingin. Di kantong yang sama, aku selipin fotokopi dan scan di flashdisk untuk dokumen penting: KTP, KK, akta kelahiran, kartu BPJS, sampai buku nikah.
Untuk perlengkapan darurat bencana, yang kelihatan sepele tapi penting banget itu tisu basah, tisu kering, jas hujan, selimut darurat, plester, koyo, dan obat-obatan dasar. Aku juga tambah perban elastis, betadine kecil, dan masker cadangan. Senter jangan lupa, plus baterai ekstra. Peluit juga penting biar bisa minta bantuan kalau terjebak. Semua yang kecil-kecil aku masukin ke pouch transparan supaya gampang dicari.
Bagian yang sering terlewat adalah makanan siap santap. Aku pilih yang praktis dan tahan lama: biskuit kelapa, multigrain bar, bubur bayi instan seperti Promina untuk si kecil, dan beberapa makanan instan tinggi protein seperti Protemil. Intinya pilih yang siap santap, nggak perlu banyak alat masak, dan bisa tahan beberapa bulan. Di label luar tas aku tulis besar-besar tanggal cek kadaluarsa, jadi tiap 6 bulan sekali aku paksa diri buat cek dan ganti stok.
Supaya lebih mudah dipahami anggota keluarga lain, aku sempat kepikiran bikin semacam "infografis tentang mitigasi bencana" versi sederhana. Isinya: daftar perlengkapan darurat, nomor penting yang harus dihubungi, dan titik kumpul kalau harus evakuasi. Kertas ini aku selipkan di saku depan tas, jadi kalau aku nggak di rumah, orang lain tetap tahu cara pakainya.
Hal lain yang kadang dianggap remeh adalah edukasi keluarga. Aku jelasin pelan-pelan ke pasangan dan anak (yang sudah cukup besar) kenapa tas ini penting, apa arti siap santap, dan kapan tas ini harus dibawa. Jadi bukan cuma aku yang tahu, tapi semua anggota keluarga paham fungsi tas siaga bencana ini.
Intinya, tas siaga bencana isi lengkap itu nggak harus mahal, yang penting fungsional dan sesuai kebutuhan keluarga. Pelan-pelan aja, bisa mulai dari perlengkapan dasar dulu, nanti tinggal ditambah sedikit-sedikit sampai benar-benar siap.
bun makanannya itu apa aja