Seneng deh kalo full tank mulu🥰
Berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang saya gali, menyusui suami tidak otomatis bisa memicu keluarnya ASI. ASI biasanya diproduksi sebagai respons terhadap stimulasi puting yang intens dan berulang, dengan waktu yang cukup lama sejak kelahiran bayi. Namun, dalam beberapa kasus, rangsangan puting yang cukup sering memang bisa membuat ibu masih mengeluarkan ASI meskipun sudah tidak menyusui bayi. Tentunya, proses ini sangat bergantung pada kondisi fisik dan hormon ibu. Ada juga yang menyebutkan metode "pump and pour" atau memompa ASI yang dilakukan secara rutin bisa mempertahankan produksi ASI. Namun, menyusui suami sebagai stimulasi bukanlah cara yang umum atau disarankan secara medis untuk meningkatkan produksi ASI. Perlu diingat bahwa ASI adalah hormonally regulated dan terkait erat dengan ikatan ibu dan bayi. Jadi rangsangan dari pasangan tentu berbeda efeknya dibandingkan menyusui bayi secara alami. Dari pengalaman saya, menjaga asupan nutrisi, istirahat cukup, dan stimulasi pompa ASI yang tepat masih menjadi kunci dalam mempertahankan produksi ASI. Mengenai istilah yang terlihat dalam gambar "Aump and pour" dan "210ml", ini lebih terkait aktivitas memompa ASI, yang membantu ibu mempersiapkan stok ASI untuk bayi, bukan untuk menyusui suami. Jadi, intinya menyusui suami tidak serta merta memicu ASI keluar. Jika kamu tertarik mempertahankan produksi ASI, fokus pada stimulasi yang tepat dan pola perawatan ASI yang dianjurkan lebih efektif. Semoga pengalaman dan penjelasan ini bermanfaat buat yang penasaran atau sedang mengalami hal sama!





























