Ngelanjutin konten aku diatas “Semua Cowo Itu Nyakitin, Jadi Pilihlah Cowo Yang Kadar Menyakitinya Masih Bisa Di Toleransi”
Yaaa,, gaada manusia yg sempurna, sebaik2 nya manusia pasti ada salahnya juga. Misal cwo mu royal, tapi royal kesemua org termasuk tmn cwe. Cwo mu setia tapi pelit, cowo mu ganteng tapi tukang selingkuh, cowomu nerapin princess treatment tapi kdrt, dan masih bnyak lgi. Semua manusia pasti ada kelebihan dan kekurangan. Jadi ya kita pilih mana yg masih bisa di toleransi.
... Baca selengkapnyaJujur, kalimat "salah pilih pasangan menyesal seumur hidup" dulu terdengar lebay buat aku. Tapi setelah ngeliat beberapa contoh di sekitar, aku makin sadar kalau milih pasangan itu beneran menentukan kualitas hidup kita ke depannya, bukan cuma soal status pacaran atau gengsi punya pasangan.
Waktu mau serius sama seseorang, aku mulai perhatiin 8 hal ini satu per satu, biar nggak asal baper dan ujung-ujungnya ngebatin.
1. Kesetaraan
Buat aku, kesetaraan itu bukan berarti semuanya harus 50:50 persis, tapi kerasa seimbang. Dia nggak ngerasa lebih tinggi cuma karena penghasilan lebih besar, lebih tua, atau lebih “pintar”. Aku pernah deket sama cowok yang tiap debat selalu bilang, "Kamu nggak ngerti, kamu perempuan." Di situ aku langsung mikir, kalau baru deket aja udah ngerendahin gini, gimana nanti kalau nikah?
2. Ketampanan
Fisik itu penting, tapi jangan sampai cuma terjebak di situ. Aku pernah hampir lanjut sama cowok yang ganteng banget, tapi sering banget flirting sama cewek lain dengan alasan "cuma bercanda". Di situ aku belajar, ganteng boleh, tapi harus dibarengin sama rasa hormat dan komitmen.
3. Akhlak dan agama
Bagian ini paling kerasa efeknya di kehidupan sehari-hari. Cara dia sholat, cara dia jaga omongan, dan gimana dia ngehargain orang lain. Cowok yang akhlaknya baik biasanya mikir dulu sebelum nyakitin, meskipun tetap manusia biasa yang bisa salah.
4. Keturunannya
Bukan soal ngatain keluarga orang, tapi lebih ke lingkungan dia dibesarkan. Cara orang tuanya berkomunikasi, cara mereka menyelesaikan masalah, itu biasanya kebawa ke dia. Kalau dari pacaran aja kamu sudah sering lihat dia menormalisasi teriakan atau bentakan karena "di rumah juga gitu", kamu perlu mikir panjang.
5. Riwayat selingkuh
Kalau dia punya sejarah selingkuh, jangan langsung percaya kalimat "aku sekarang beda" tanpa ngeliat perubahan real. Liat konsistensinya, bukan cuma janji. Orang bisa berubah, tapi kamu juga berhak waspada demi diri sendiri.
6. Cara marah
Semua orang bisa marah, tapi cara marah itu krusial. Ada yang kalau marah diam, ada yang masih bisa ngomong baik-baik, ada juga yang langsung ngatain fisik, ngungkit aib, bahkan main tangan. Di titik ini kamu harus tegas: kalau dari pacaran udah kebaca toxic, jangan ditunggu sampai jadi KDRT dalam pernikahan.
7. Cara memperlakukan ibunya
Cara dia ke ibunya sering banget jadi gambaran gimana dia bakal memperlakukan kamu nanti. Cowok yang kasar, nggak hormat, atau suka ngegas ke ibunya biasanya punya masalah emosi yang belum selesai. Sebaliknya, yang lembut dan menghargai biasanya lebih sabar ke pasangan.
8. Kemandirian
Salah pilih pasangan yang terlalu bergantung sama orang tua atau sama kamu juga bisa bikin capek seumur hidup. Kemandirian ini soal finansial, emosional, dan pengambilan keputusan. Dia punya prinsip sendiri atau semuanya harus ikut kata orang tuanya? Kamu siap nggak kalau setiap keputusan rumah tangga nanti ditentukan pihak lain?
Pada akhirnya, nggak ada cowok yang 100% sempurna dan nggak akan pernah nyakitin. Yang penting, kamu pilih cowok yang kadar menyakitinya masih bisa kamu toleransi, tanpa harus ngorbanin harga diri, mental, dan masa depanmu. Pelan-pelan kenali, jangan buru-buru, jangan sampai cuma karena takut sendirian kamu malah salah pilih pasangan dan nyesel seumur hidup.
gmn ya, cwo aku minesnya di keturunan sm cara marahnya kak🥺 tp paling engga bgt itu cara marahnya kdg gabisa dijaga omongan nya☹️ tp dia perlakuin ibunya baik bgt sm cara ngatur finansial dia jg pinter
thank you kak sharingnya ❤️