... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk yang cuek banget soal penyakit ain. Rasanya, "masa cuma foto di Instagram bisa bikin masalah?" Tapi setelah baca penjelasan ulama dan beberapa kisah nyata, aku mulai lebih hati-hati.
Dalam Islam, penyakit ain itu bukan sekadar mitos. Ain adalah efek buruk dari pandangan mata yang disertai iri, dengki, atau bahkan kekaguman yang berlebihan tapi lupa menyebut nama Allah. Misalnya, kita lihat seseorang cantik banget, sukses, atau punya hidup yang keliatan sempurna di medsos, lalu muncul rasa iri atau takjub yang berlebihan. Pandangan itu bisa membawa dampak buruk pada orang yang kita lihat, dengan izin Allah.
Sekarang media sosial penuh dengan foto: selfie menonjolkan kelebihan fisik, foto anak kecil yang super gemes, foto kemewahan dan gaya hidup, pamer pencapaian, sampai foto kemesraan pasangan. Dari penjelasan yang aku pelajari, jenis foto seperti ini termasuk berisiko tinggi mengundang ain, apalagi kalau banyak yang melihat dan kita sendiri kurang menjaga niat serta adab.
Makanya, aku mulai merapikan cara posting. Kalau mau upload selfie atau foto yang keliatan "wah", aku biasakan menulis "Masya Allah Tabarakallah" di caption atau di gambar. Itu bentuk pengakuan bahwa semua kebaikan datang dari Allah, bukan murni usaha kita. Secara nggak langsung juga mengingatkan orang yang melihat supaya nggak sekadar kagum, tapi ingat Allah.
Selain itu, ada doa perlindungan dari ain yang diajarkan Rasulullah, salah satunya:
"A'ūdzu bi kalimātillāhit-tāmmāti min kulli syayṭānin wa hammatin wa min kulli 'ainin lāmmah".
Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbahaya, dan dari pandangan buruk 'ain. Doa ini bisa kita baca untuk diri sendiri, anak, atau orang yang kita sayangi, apalagi kalau sering tampil di depan umum atau media sosial.
Aku juga coba rutin baca Tiga Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) pagi dan sore, lalu tiup ke telapak tangan dan usap ke seluruh tubuh. Simple, tapi jadi rasa tenang banget karena merasa sedang meminta perlindungan langsung dari Allah.
Buat yang sering upload foto kemewahan atau pencapaian, menurutku penting banget menjaga hati tetap rendah. Boleh banget berbagi kebahagiaan dan inspirasi, tapi niatkan untuk memotivasi, bukan pamer. Kalau merasa hati mulai senang dipuji atau terlena, aku biasanya istighfar dan ingat kalimat: "Hasbunallahu wa ni'mal wakil" – cukuplah Allah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung.
Intinya, foto bukan hal yang haram, tapi sebagai muslim kita diajak untuk sadar risiko ain. Dengan adab yang baik, zikir, doa perlindungan, dan kebiasaan kecil seperti menulis "Masya Allah Tabarakallah", insyaAllah Allah jaga kita dari penyakit ain, sekaligus menjaga hati kita dari sifat iri dan dengki.