Jangan pernah sepele kan penyakit yang ada ditubuhmu meskipun kamu pikir nggak akan bahaya sebelum semuanya terlambat mending periksa terlebih dahulu😊
Benjolan dileher aku ini awalnya kecil seperti telur cicak karena tadi emang awalnya nggak sakit jadi aku diemin aja lama-lama sekitar 5 bulan akhirnya besar terus kalau ditekan sakit😭
Gejala awal yang aku rasain:
1.pernah sakit hampir satu bulan karena tipes tapi benjolannya udah ada kata dokternya kalau nanti udah sehat pasti benjolan hilang karena itu virus dari penyakit itu tapi pas aku udah sehat benjolannya masih tetap ada.
2.badan aku sering panas.
3.berat badan aku turun drastis.
4.nafsu makan kadang berkurang.
5.Bb nggak pernah naik karena kata dokternya bilang aku kurang gizi juga😭🥹
Jadi,buat sahabat #lemon8indonesia kalau udah ada gejala seperti itu mending diperiksa meskipun gejala nya nggak sama seperti aku lebih baik kita mencegah daripada mengobati😘😘
Doa'in ya sahabat semua semoga aku sehat seperti sediakala🤲🏻
... Baca selengkapnyaJujur, awal muncul benjolan di leher aku juga mikirnya cuma masuk angin atau efek kecapekan. Apalagi bentuknya kecil banget, kayak telur cicak dan nggak sakit sama sekali. Karena nggak ganggu aktivitas, ya sudah aku biarin aja berbulan-bulan. Baru kerasa panik ketika benjolannya makin besar dan mulai nyeri kalau disentuh.
Waktu pertama kali periksa, dokternya bilang bisa jadi efek penyakit sebelumnya dan disuruh nunggu dulu. Aku dikasih obat dan diminta pantau, katanya nanti juga kempes. Tapi setelah seminggu lebih benjolan tetap nggak berubah, malah rasanya makin nggak nyaman. Di situ aku memberanikan diri minta surat rujukan ke klinik yang lebih besar supaya bisa diperiksa lebih lanjut.
Di klinik, aku sempat antre di poli umum dulu sebelum diarahkan ke klinik spesialis bedah. Deg-degan banget nunggu giliran, apalagi ini pertama kalinya aku "serius" periksa soal benjolan di leher. Dokter bedahnya periksa dengan diraba, ditanya durasi munculnya benjolan, riwayat sakit, sampai perubahan berat badan. Aku cerita kalau badan sering panas, berat badan turun drastis, nafsu makan nggak stabil, dan BB susah naik.
Setelah itu aku dianjurkan rawat inap untuk tindakan kecil. Di hari kedua, infus mulai terpasang dan aku dijadwalkan masuk ruang operasi sekitar jam 11-an. Walaupun dibilangnya cuma operasi kecil, tetap aja rasanya takut banget. Masuk ruang operasi itu suasananya dingin, terang, dan penuh alat-alat. Untung aku dibius total, jadi nggak sadar selama proses berjalan.
Bangun-bangun dari operasi, yang aku rasakan pertama kali itu leher agak berat dan kencang, tapi rasa sakitnya masih ketahan karena efek obat. Yang penting, aku lega karena prosesnya udah selesai. Dokter cerita kalau isi benjolan di leherku itu campuran nanah dan daging tumbuh, jadi wajar banget kalau makin lama makin besar dan nggak sembuh cuma dengan obat biasa.
Beberapa hari setelah operasi, aku rutin kontrol. Setiap kontrol, dokter cek luka, lihat apakah ada bengkak, kemerahan, atau tanda infeksi. Di fase ini aku belajar buat lebih disiplin: minum obat tepat waktu, jaga luka tetap kering, dan hindari gerakan leher yang terlalu ekstrem. Bekas luka itu memang ada, tapi buat aku itu seperti pengingat supaya lebih sayang sama tubuh sendiri.
Buat kamu yang sekarang ngerasa ada benjolan kecil di leher kanan atau kiri, jangan buru-buru panik tapi juga jangan disepelekan. Nggak semua benjolan itu berbahaya, tapi hanya dokter yang bisa memastikan lewat pemeriksaan fisik, USG, atau kadang biopsi kalau diperlukan. Kalau benjolan nggak kempes-kempes, makin besar, terasa nyeri, bikin demam, atau dibarengi berat badan turun tanpa alasan jelas, mending segera periksa.
Pengalaman biopsi atau operasi benjolan di leher memang bikin takut di awal, apalagi kalau ini pertama kalinya. Tapi setelah dijalani, rasa lega karena tahu penyebabnya jauh lebih enak dibanding terus-terusan nebak-nebak sendiri. Jadi, kalau kamu lagi galau "kenapa ada benjolan di leher?", jadikan ceritaku ini dorongan buat lebih berani cek ke tenaga medis. Mencegah dan periksa lebih cepat jauh lebih baik daripada menyesal belakangan.