Bye cinta, sampai jumpa lagi!
"Sayonara, Mata Itsuka!"
Adalah lagu tentang cinta yang singgah, dan tentang hidup yang tetap harus berjalan meski perpisahan tidak bisa dihindari.
Lagu ini menjadi OST drama "Tora ni Tsubasa", yang mengisahkan perjalanan Inotsume Tomoko—atau Torako—perempuan pertama di Jepang yang menapaki dunia hukum sebagai pengacara dan hakim di era pra hingga pasca Perang Dunia II, di tengah diskriminasi gender, tekanan untuk menikah, dan sistem yang menolak perempuan.
Dalam hidupnya, Torako sempat merasakan cinta yang tenang bersama Sada Yūzō, hubungan yang tumbuh dari saling menghormati namun harus terputus oleh perang, hingga Yūzō meninggal dunia setelah perang berakhir dan meninggalkan Torako sebagai ibu tunggal.
Di titik inilah lagu ini berkisah: tentang Torako yang memilih tetap mengejar mimpinya demi kesetaraan, sambil menyimpan harapan sederhana untuk bisa bertemu kembali dengan cinta yang telah pergi, entah kapan.
Kenshi Yonezu sengaja membalut lagu ini dengan nuansa ceria dan optimis untuk mencerminkan sikap Torako yang teguh, sementara visual kepang dua dan jas merah menjadi simbol dirinya—perempuan biasa yang berani melawan, lembut namun tidak pernah menyerah.
Semoga enjoy dengan versi Indonesianya ya! Jangan lupa dukung lagu aslinya by Kenshi Yonezu.
Kamu bisa nikmati cover lagu ini di YouTube ku Vanilla Leorie 🥰
Cover Lirik Indonesia: Vanilla Leorie
Music & Vocal: Suno AI
Kalau kamu nyasar ke sini gara-gara habis nonton drama atau anime terus tiba-tiba kepikiran judul random seperti "ikhlas paling serius" atau semacamnya, aku relate banget. Kadang kita memang cari lagu atau cerita yang bisa bantu kita buat ikhlas melepas, tapi sekaligus tetap merasa dimengerti. Buat aku, "Sayonara, Mata Itsuka!" pas banget jadi teman di fase itu. Waktu pertama kali denger lagu ini, yang langsung nyantol di kepala adalah bagian "Bye bye, sampai jumpa lagi!". Kedengarannya ceria, tapi kalau kamu perhatiin lirik Indonesianya, sebenarnya banyak banget rasa sakit yang ditahan. Ada frasa seperti "jatuh cinta lalu ditinggalkan dan harus berpisah" dan "darah seakan keluar dari dalam tubuh"—itu tuh kayak gambaran betapa dalamnya luka hati, tapi tetap dibalut dengan musik yang ringan. Buat kamu yang lagi belajar ikhlas paling serius dalam hidup—entah habis putus, ditinggal pergi, atau lagi berpisah dengan mimpi lama—lagu ini bisa jadi semacam pelukan halus. Aku pribadi pernah di titik capek banget jatuh cinta, lalu dihancurkan dan harus berpisah. Pas dengar bagian outro yang bilang, "Kini kupilih untuk mencintai diriku", rasanya kayak ditampar pelan: oh ternyata ujung dari semua perpisahan ini bukan cuma sedih, tapi juga kesempatan buat lahir kembali sebagai diri yang lebih sayang sama dirinya sendiri. Yang aku suka, liriknya nggak sok kuat. Ada bagian yang mengakui kelelahan, marah, bahkan keinginan buat mengutuk keadaan. Tapi pelan-pelan, fokusnya geser ke sesuatu yang lebih sehat: "Aku akan mencintai diri, berjalan ke depan, meraih mimpi-mimpi". Buat kamu yang sering merasa terjebak di masa lalu, mungkin bisa coba dengerin sambil bener-bener baca lirik Indonesianya pelan-pelan. Bayangin kamu juga punya sayap kayak burung di langit, yang digambarkan di verse 1—mereka cuek, tapi tetap terbang bebas di atas semua kekacauan. Kalau kamu tipe yang suka nyari makna hidup lewat drama, OST, atau cover-cover di YouTube, lagu ini enak banget dijadiin soundtrack malam-malam sepi. Kamu bisa pakai momen itu buat jujur sama diri sendiri: apa yang sebenarnya ingin kamu lepaskan, dan mimpi apa yang pengin kamu kejar setelah ini. Nggak masalah kalau proses ikhlasmu berantakan dan lama; yang penting kamu pelan-pelan belajar bilang, "bye bye, sampai jumpa lagi" bukan cuma ke orang lain, tapi juga ke versi dirimu yang dulu nggak pernah benar-benar mencintai diri sendiri. Jadi, kalau kamu datang dengan niat cari sesuatu yang bisa nemenin proses ikhlas yang serius banget, semoga cover dan cerita kecil ini bisa jadi salah satu teman perjalananmu.
















































