Para astronom baru saja menemukan sebuah dunia es misterius di wilayah terluar Tata Surya, jauh di luar orbit Pluto. Objek ini dijuluki Ammonite (kode resmi 2023 KQ₁₄), sebuah benda langit purba yang diyakini sebagai sisa beku dari masa kelahiran Tata Surya.
Ammonite mengorbit Matahari dengan jarak terdekat sekitar 66 satuan astronomi (AU)—dua kali jarak Neptunus—dan memiliki sumbu orbit sepanjang 252 AU. Satu putaran penuh mengelilingi Matahari memakan waktu hampir 4.000 tahun, menjadikannya salah satu objek paling ekstrem yang pernah terdeteksi.
Yang membuatnya istimewa, orbit Ammonite ternyata sangat stabil selama lebih dari 4,5 miliar tahun, seolah menyimpan catatan asli tentang bagaimana Tata Surya terbentuk. Berbeda dengan objek serupa seperti Sedna, Ammonite justru bergerak ke arah orbit yang hampir berlawanan, mengisi celah besar dalam pemahaman ilmuwan tentang objek-objek jauh ini.
Para peneliti menduga penyimpangan orbit tersebut bisa disebabkan oleh pertemuan bintang di masa lalu atau pengaruh gravitasi dari Planet Sembilan—planet hipotetis yang hingga kini belum ditemukan. Penemuan Ammonite memperkuat dugaan bahwa masih banyak “dunia tersembunyi” di tepian Tata Surya yang menunggu untuk diungkap, sekaligus membuka jendela baru untuk memahami asal-usul kosmik kita.
1/31 Diedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang memiliki ketertarikan mendalam pada astronomi amatir, penemuan dunia es bernama Ammonite ini benar-benar membuka wawasan baru saya tentang bagian paling terpencil dari Tata Surya. Biasanya kita hanya mengenal planet-planet besar dan asteroid yang lebih dekat dengan Bumi, tetapi Ammonite mengingatkan saya bahwa masih banyak objek langit misterius yang belum banyak diketahui.
Ammonite menarik perhatian karena jaraknya yang ekstrem: mengorbit Matahari dengan jarak minimal sekitar 66 satuan astronomi, dua kali lebih jauh dari Neptunus, dan sumbu orbitnya mencapai 252 AU. Dari sisi waktu orbit, satu putaran mengelilingi Matahari hampir memakan waktu 4.000 tahun! Ini benar-benar menunjukkan betapa lambat dan jauh objek ini bergerak, serta bagaimana keberadaannya bisa merekam kisah kuno terbentuknya Tata Surya sejak 4,5 miliar tahun lalu.
Saya juga terkesan dengan kestabilan orbit Ammonite selama miliaran tahun, sebuah fakta yang cukup luar biasa mengingat banyak gangguan gravitasi dari planet dan bintang lain yang mungkin terjadi selama perjalanan panjangnya di ruang angkasa. Berbeda dari objek seperti Sedna yang orbitnya agak ganjil, Ammonite justru mengisi celah ilmu pengetahuan kita dengan pergerakan yang hampir berlawanan dan sangat unik.
Apa yang membuat cerita ini makin menarik adalah dugaan adanya pengaruh Planet Sembilan, sebuah planet hipotesis yang memang selama bertahun-tahun menjadi misteri di kalangan astronom. Kehadiran Ammonite sebagai objek jauh dengan orbit tak biasa semakin memperkuat kemungkinan adanya objek besar yang belum teridentifikasi di luar sana.
Sebagai penggemar astronomi, saya merasa penemuan Ammonite bukan sekadar berita ilmiah biasa, melainkan sebuah pengingat bahwa Tata Surya kita masih penuh dengan rahasia dan keajaiban yang menunggu untuk ditemukan, bahkan di luar Pluto yang selama ini dianggap sebagai ujung wilayah Tata Surya. Dunia es yang menyerupai fosil purba seperti Ammonite ini adalah 'pintu waktu' yang memungkinkan kita memahami perjalanan kosmik yang luar biasa panjang yang membentuk alam semesta kita hari ini.