Boleh curiga gak si gaes, akun kuh yang dulu ke band permanen udh aku nonaktifkan, kebnyakan gara2 bikin video ngasal produknya cuma pake foto
Pacaran zaman sekarang memang sering dibicarakan melebihi batas, tak hanya soal hubungan saja tapi juga bagaimana kita mengekspresikan diri di media sosial. Sama halnya dengan aku yang merasa capek bikin video produk dari foto saja, tapi malah ada yang viral tanpa harus terlalu serius mengedit. Dari pengalaman pribadi, fokus pada kualitas konten itu penting, tapi jangan juga terlalu stres kalau hasilnya nggak sesuai ekspektasi atau tidak ada produk yang benar-benar dipegang dalam video. Kadang yang alami dan sederhana justru lebih menarik perhatian. Kalau bicara pacaran yang "melebihi batas", ini seringkali muncul karena pengaruh media sosial yang menampilkan segala hal secara berlebihan. Aku merasa penting untuk tetap bijak dalam membagikan cerita pribadi dan konten, tanpa harus mengikuti tren yang bisa membuat tidak nyaman. Intinya, baik dalam membuat konten maupun berinteraksi di media sosial, kita harus bisa menemukan keseimbangan antara ekspresi diri dan batasan yang sehat. Percayalah, keaslian dan ketulusan akan selalu lebih bernilai.


















































