... Baca selengkapnyaSejak beberapa tahun belakangan, aku selalu nyiapin tabungan Ramadhan jauh‑jauh hari. Selain biar hati lebih tenang, seru juga lihat progress tabungan di buku tabungan yang dibuat aesthetic. Aku pakai buku kecil bergaris, terus aku hias pakai stiker lucu, highlighter warna pastel, dan gambar ketupat biar vibes Ramadhannya kerasa banget.
Biasanya aku bagi halaman buku tabungan jadi beberapa kolom: tanggal, nominal nabung, sumber uang (gaji, jual preloved, uang jajan sisa), dan keterangan (buat takjil, bukber, sedekah, kebutuhan pokok). Jadi bukan cuma numpuk uang, tapi aku sudah kebayang mau dipakai untuk apa pas Ramadhan nanti.
Biar makin disiplin, aku pakai konsep seperti “kalkulator tabungan harian”. Caranya simpel: tentuin dulu target, misal Rp 1.200.000 kayak punyaku, lalu bagi dengan berapa hari waktu nabungmu. Kalau mulai 3 bulan sebelum Ramadhan (kira‑kira 90 hari), berarti per hari cukup sekitar 13 ribuan. Tapi biar fleksibel, aku bikin beberapa pilihan: kadang nabung 5k, kadang 10k, 20k, atau 25k tergantung kemampuan hari itu. Di buku tabungan aku tulis kotak‑kotak kecil berisi angka nominal itu, setiap kali nabung aku tinggal warnain kotak yang sesuai. Rasanya satisfying banget lihat kotaknya makin penuh.
Aku pribadi lebih suka alat bantu yang sederhana. Kadang aku pakai kalkulator biasa buat hitung sisa target dan cek apakah aku masih on track. Tapi kalau lagi di luar rumah, aku pakai kalkulator di HP, lalu hasilnya aku tulis ulang di buku tabungan. Menurutku, nulis manual di buku itu bikin kita lebih sadar sama alur uang masuk dan keluar.
Oh ya, soal gambar ketupat di buku tabungan, aku pakai itu cuma sebagai hiasan dan pengingat kalau tujuan nabung ini untuk Ramadhan: takjil, bukber, THR kecil‑kecilan untuk keponakan, dan sedekah. Jadi lebih ke visual goal setting, bukan hal aneh‑aneh. Setiap kali lihat gambar ketupat dan tulisan "Welcoming Ramadhan", aku jadi semangat buat nggak bolos nabung hari itu.
Tips lain yang ngebantu aku: pisahkan tempat uang tabungan Ramadhan dari dompet harian. Bisa pakai amplop khusus, dompet kecil, atau langsung dipindah ke rekening beda. Terus, setiap ada uang lebih dari jajan atau nongkrong yang batal, aku langsung masukin ke tabungan. Nominal kecil tapi rutin itu jauh lebih kerasa dibanding nunggu ada uang besar dulu baru nabung.
Intinya, buat kamu yang mau mulai tabungan Ramadhan, nggak perlu nunggu gajinya gede dulu. Mulai aja dari 5 ribu per hari, bikin buku tabungan yang rapi dan sedikit aesthetic biar semangat, dan gunakan kalkulator sederhana untuk pantau target. Pelan‑pelan, tahu‑tahu pas Ramadhan datang tabungannya sudah siap dan kamu bisa ibadah dengan hati lebih tenang tanpa mikirin utang atau kekurangan dana.
Aku jg udah sekitar sbulan ini mulai nabung buat persiapan ramadhan kak tp nominalku cuma 5k 🤭🤭🤭