Rasanya baru kemarin, mengenakan seragam merah-putih, diantar nenek ke sekolah berjalan kaki. Rasanya baru kemarin hari-hari ku sibuk dengan kegiatan sekolah dan kegiatan bermain di sela sela istirahat sekolah. Rasanya baru kemarin aku bermimpi ingin segera kuliah agar bisa mengenakan pakaian bebas untuk bersekolah.
Hari-hari ku dipenuhi dengan kegiatan sekolah. Pengalamanku semuanya berpusat pada sekolah. Maklum, dari kecil terbiasa sekolah sampai sore. Hingga dewasa, aku berhasil menginjakkan kaki di bangku perkuliahan. Dari pagi sampai sore hari hari ku masih tetap sama, sekolah.
Waktu berlalu sangat cepat. Kini, terbersit perasaan rindu, pada masa masa itu. Masa masa penuh mimpi, masa masa penuh arti. Masa masa di mana belum ada tanggung jawab dalam diri.
Aku bahagia, aku dikelilingi orang2 yang sangat menyayangi. Aku bahagia memiliki keluarga kecil ini. Aku bahagia memiliki rasa cinta kasih pada suami dan anak kecil ini. Aku bahagia dengan peran baruku sebagai ibu dan seorang istri.
Tapi, bolehkah aku rindu? Aku rindu menjadi anak yang dimanja, aku rindu menjadi anak yang disayang. aku rindu menjadi anak yang diantar, dan aku rindu menjadi anak di tengah keluarga hangat.
Rasanya hari ini perasaan rindu ini memenuhi dada. Rasanya rasa rindu ini memenuhi air mata.
Tulisanku mungkin sampai disini. Karna anak kecil ini sudah bangun menanti, untuk menjadi anak yang dimanja dan disayangi.
... Baca selengkapnyaSetiap orang memang memiliki masanya sendiri dalam menjalani hidup. Masa-masa yang dilalui tidak hanya membentuk kepribadian, tetapi juga memberikan makna mendalam bagi perjalanan hidup seseorang. Dalam kehidupan, mengenang masa lalu seperti masa sekolah yang penuh keceriaan dan mimpi merupakan hal yang sering dialami banyak orang. Kenangan akan seragam merah-putih, saat diantar ke sekolah oleh orang terkasih, dan momen bermain di sela istirahat menjadi bagian penting dari identitas diri.
Saat seseorang beranjak dewasa, peran dalam kehidupan pun berubah. Dari seorang anak yang tergantung pada orang tua, menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap keluarga sendiri. Perasaan rindu pada masa kecil yang penuh kasih sayang dan sokongan tentu wajar dirasakan, apalagi ketika menghadapi tekanan dan tanggung jawab baru.
Beradaptasi dengan peran baru sebagai ibu dan istri membawa kebahagiaan sekaligus tantangan. Cinta kasih dan dukungan keluarga menjadi fondasi kuat dalam melewati perubahan tersebut. Namun, penting juga untuk menjaga keseimbangan emosional dengan tetap menghargai diri sendiri serta menghormati masa lalu yang telah membentuk siapa kita sekarang.
Fenomena "Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya" menggambarkan siklus kehidupan yang penuh dinamika. Penyadaran akan hal ini bisa membantu setiap individu mensyukuri setiap fase hidupnya, merayakan momen kebahagiaan, dan belajar dari masa sulit. Mengenang dan merindukan masa lalu bukan berarti mengabaikan masa kini, tetapi sebagai cara untuk menguatkan semangat menjalani peran dan tanggung jawab yang sedang diemban.
Dalam perspektif psikologi, nostalgia memiliki efek positif yang dapat meningkatkan suasana hati dan memperkuat ikatan sosial. Oleh karena itu, mengekspresikan kerinduan dan kebahagiaan seperti dalam tulisan ini sangat penting untuk kesehatan mental serta memperkuat hubungan interpersonal dalam keluarga.
Sebagai kesimpulan, setiap masa dalam hidup membawa arti dan tujuan tersendiri. Menghargai setiap pengalaman dan peran yang dijalani tidak hanya memperkaya jiwa tetapi juga membangun kehidupan yang lebih bermakna.
kak apakah dirimu belum siap secara mental menjadi ibu?