Sekali lagi bukan menghujat yaa kita pengennya "adat" nya nggak hilang semakin berjalannya waktu. Sebenernya kalau bukan artis, influencer, public figure itu banyak yg melanggar karena mungkin ketidakpahaman periasnya ya cm karena influencer ni "khawatirnya" bikin ini jd inspirasi orang2 aah pengen yg ky influencer ini aaah pengen ky artis ini. Nah cuma khawatir di situ aja sih.... ini dr sku warga jogja asli yg jd perias pengantin dan belajar adat ya mon maaf 🙏🏼
Sebagai seseorang yang pernah menghadiri dan menyaksikan berbagai pernikahan tradisional Jawa, saya memahami betapa berharganya adat dalam setiap ritual dan pakaian pengantin. Dari pengalaman saya, sering kali perubahan riasan dan busana muncul karena keinginan mengikuti tren influencer atau artis terkenal, yang tanpa disadari bisa merusak keaslian adat itu sendiri. Dalam komunitas kami, perias pengantin yang memahami budaya asli selalu berusaha melestarikan pola dan elemen riasan yang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Namun, kekhawatiran muncul ketika keluarga pengantin atau vendor busana meminta variasi yang terlalu berbeda dari standar adat, bahkan terkadang tanpa konsultasi yang cukup. Hal ini memicu diskusi hangat tentang apakah modifikasi tersebut layak atau justru mengancam warisan budaya. Saya juga pernah mendengar cerita dari perias Jawa yang harus membela penggunaan 'melati juntai' dan 'konde' asli dibandingkan potongan riasan modern yang tidak sesuai dengan aturan dari pihak Keraton. Bahkan, mereka terbuka mengakui bahwa masih ada kesalahan dalam pelaksanaan busana dan riasan karena kurangnya bimbingan atau informasi yang valid. Dari pengalaman ini, saya percaya edukasi adalah kunci. Baik perias, vendor busana, maupun keluarga pengantin perlu membekali diri dengan pengetahuan adat yang benar supaya tetap bisa berinovasi dengan cara yang menghormati tradisi. Selain itu, komunikasi yang baik antara semua pihak juga sangat penting supaya tidak terjadi salah paham pada hari besar tersebut. Sebagai pelaku langsung di bidang perias pengantin, saya pun merasa bertanggung jawab untuk terus belajar dan mengedukasi masyarakat khususnya calon pengantin agar tetap bangga menggunakan riasan adat yang otentik. Percaya deh, keindahan asli budaya itu justru adalah inspirasi terbaik dan tak lekang oleh waktu. Ini bukan soal konservatif, tapi soal menjaga identitas dan menghormati leluhur kita.










