nggak makan cukup & olahraga tiap hari bukan berarti kamu sehat. kadang ‘disiplin’ itu malah bikin tubuhmu shutdown 😔 this is your reminder to heal, not hustle.
... Baca selengkapnyaAku mau cerita sedikit lebih jujur soal sisi lain "hidup sehat" yang jarang dibahas. Dulu aku mikir diet ketat, olahraga tiap hari, dan defisit kalori itu tanda disiplin. Tapi pelan-pelan tubuhku kasih sinyal: capek terus, gampang marah, rambut rontok, kulit kering, dan yang paling bikin panik… haid hilang berbulan-bulan.
Waktu itu aku juga lagi rajin pakai berbagai skincare dan krim bekas jerawat seperti Dermatix Surplus, supaya kulit kelihatan mulus. Tapi makin lama aku sadar, kulit nggak akan benar-benar sehat kalau dari dalam tubuhnya sendiri lagi "survival mode" karena kurang makan dan stres.
Di fase period recovery, aku mulai fokus ke 3 hal: makan cukup, gerak secukupnya, dan nurunin stres. Soal makan, aku pelan-pelan naikin porsi karbo (nasi, roti, pasta), lemak sehat (alpukat, telur, kacang-kacangan), sama protein (ayam, ikan, tempe, tahu). Awalnya takut banget berat badan naik, tapi aku ingetin diri kalau tujuan utamaku sekarang adalah haid kembali dan hormon seimbang.
Olahraga juga aku ubah total. Dari yang tiap hari cardio dan workout keras, aku turunin jadi jalan santai, yoga ringan, atau sekadar stretching. Ternyata begitu tubuh nggak dipaksa terus, energi malah lebih stabil. Tidur malam jadi lebih nyenyak, dan bangun nggak sekacau dulu.
Saat lagi recovery, aku tetap pakai beberapa produk perawatan kulit dan bekas luka seperti Dermatix Surplus, tapi bedanya aku nggak lagi berharap produk itu jadi "penyelamat" utama. Aku jadikan dia pendukung, sementara fokus besarku ada di pola makan, stres, dan istirahat. Menariknya, setelah beberapa bulan mulai makan cukup dan mengurangi olahraga berlebihan, bukan cuma haid yang pelan-pelan balik, tapi kondisi kulit juga ikut membaik.
Buat kamu yang mungkin sekarang lagi panik karena haid hilang lebih dari 3 bulan (amenorrhea), coba jujur sama diri sendiri: apakah kamu lagi defisit kalori terlalu lama, olahraga keras terus-terusan, atau stres berat? Period recovery memang nggak instan, dan mungkin butuh bantuan tenaga kesehatan atau ahli gizi. Tapi pengalaman ini ngajarin aku kalau tubuh itu nggak butuh kita sempurna, tubuh cuma butuh kita dengarkan.
Sekarang kalau lihat bekas jerawat atau bekas luka di kulit, termasuk saat pakai produk seperti Dermatix Surplus, aku jadi lebih lembut sama diri sendiri. Scar bisa pelan-pelan memudar, tapi yang paling penting: jangan sampai obsesi "cantik" dari luar bikin kita mengabaikan tanda bahaya dari dalam, seperti hilangnya siklus haid. Recovery bukan kegagalan—ini justru momen kamu mulai hidup lagi, bukan sekadar bertahan.