... Baca selengkapnyaSejak hamil, selera makan aku benar‑benar berubah. Dulu tim telur rebus banget, tapi sekarang malah cuma bisa masuk kalau diolah jadi telur dadar. Ternyata banyak bumil lain yang juga bingung: sebenarnya bumil boleh nggak sih makan telur dadar? Lebih bagus mana, telur rebus atau telur dadar buat ibu hamil?
Dari yang aku pelajari dan rasain sendiri, kuncinya bukan cuma di jenisnya (rebus atau dadar), tapi di cara masaknya. Telur rebus itu biasanya dianggap lebih "clean" karena nggak pakai minyak, jadi lemak tambahannya lebih sedikit. Tapi di trimester pertama, aku sering enek sama bau telur rebus, sedangkan telur dadar yang dibumbuin dan digoreng tipis malah lebih mudah masuk. Jadi, buat aku pribadi, telur dadar justru jadi penyelamat sarapan.
Yang penting, kalau bumil makan telur dadar, pastikan matangnya benar‑benar sempurna. Hindari bagian kuning telur yang masih setengah matang atau agak cair, karena bumil lebih rentan sama bakteri dari makanan mentah/setengah matang. Aku biasanya kocok telur sampai rata, kasih sedikit susu atau air biar lembut, bumbui tipis (garam, lada, sedikit bawang), lalu goreng dengan minyak sedikit di wajan anti lengket supaya nggak terlalu berminyak.
Soal "telur rebus dan telur dadar" mana yang lebih bagus, menurutku keduanya boleh banget asal disesuaikan sama kondisi badan. Kalau lagi nggak mual dan kuat bau amis, telur rebus enak buat snack tinggi protein yang praktis. Tapi kalau lagi sensitif, telur dadar bisa jadi alternatif supaya kebutuhan protein tetap ke-cover. Beberapa hari aku sarapan bubur kacang hijau plus telur dadar karena telur rebus sama sekali nggak bersahabat.
Pertanyaan lain yang sering muncul: apakah telur dadar bagus untuk ibu hamil? Menurut pengalaman aku dan info dari bidan, telur itu sumber protein, kolin, dan beberapa vitamin/mineral yang baik buat perkembangan janin, terutama otak. Jadi justru sayang kalau sama sekali nggak makan telur, selama kamu tidak alergi. Yang perlu diperhatikan cuma porsi dan cara masaknya: jangan tiap hari digoreng tebal dengan banyak minyak, dan imbangi dengan sayur, buah, serta sumber protein lain seperti ikan, tempe, atau kacang-kacangan.
Kalau kamu masih ragu bumil makan telur dadar itu aman atau tidak, kamu bisa coba cara ini:
- Masak telur sampai matang sempurna.
- Gunakan minyak secukupnya saja.
- Jangan berlebihan (misalnya 3–4 butir sekaligus setiap hari).
- Perhatikan reaksi tubuh, apakah muncul mual berlebihan atau tidak nyaman di pencernaan.
Intinya, buat aku yang lagi di trimester pertama dan doyan banget telur dadar, makanan ini masih aman selama diatur dengan bijak. Telur rebus atau telur dadar sama‑sama bisa jadi bagian dari pola makan bumil, tinggal disesuaikan dengan kondisi, selera, dan saran tenaga kesehatan yang mendampingi kehamilanmu.