... Baca selengkapnyaAku baru sadar, hampir tiap kali anak sakit aku langsung nyalahin diri sendiri. Padahal kadang ya cuma batuk pilek biasa, atau efek cuaca yang lagi nggak jelas. Tapi isi kepalaku selalu: “Harusnya tadi aku lebih jaga dia”, “Kenapa sih aku nggak sadar dari kemarin?”, dan kalimat-kalimat jahat ke diri sendiri.
Yang agak membantu aku pelan-pelan berdamai adalah mulai belajar bedain: mana yang memang tanggung jawabku sebagai ibu, mana yang memang di luar kendaliku. Anak sakit itu bukan selalu karena ibunya lalai. Ada faktor imun, lingkungan, virus yang lagi musim, bahkan genetis. Dokter anak pun sering bilang, wajar kok balita sering sakit sebagai proses pembentukan imun.
Sekarang kalau anak sakit, aku coba fokus ke hal-hal kecil yang bisa kulakukan: cek suhu dengan termometer, kasih obat sesuai anjuran dokter, kompres hangat, dan temani dia biar merasa nyaman. Bukan berarti rasa gagal itu hilang total, tapi setidaknya aku punya “checklist” yang bikin aku merasa, “Oke, aku sudah melakukan yang terbaik versi aku hari ini.”
Dulu aku juga gampang banget kepikiran kalau pernah marahin anak, apalagi pas lagi capek. Nanti pas dia tidur dan ternyata demam, rasanya kayak dihantam perasaan bersalah berkali-kali. Di titik itu aku belajar buat minta maaf ke anak, bahkan walaupun dia masih kecil. Aku bilang, “Tadi ibu marah ya, maaf ya, ibu sayang sama kamu.” Aneh banget awalnya, tapi lama-lama bikin hati lebih ringan.
Soal waktu dan kebutuhan anak, sering juga aku merasa gagal karena belum bisa kasih yang ‘wah’ kayak ibu-ibu lain di sosial media: mainan edukatif mahal, liburan, atau baju bagus. Tapi pelan-pelan aku belajar kalau yang anak butuh itu bukan cuma barang, tapi kehadiran dan rasa aman. Kadang cuma dipeluk sambil dia sakit pun sudah sangat berarti buat mereka.
Buat ibu yang lagi baca ini dan punya keresahan sama tentang anak sakit: kamu nggak sendirian. Nangis nggak bikin kamu lemah, capek nggak bikin kamu ibu yang buruk. Kita semua belajar sambil jalan. Sesekali coba ingat juga hal-hal baik yang sudah kamu lakukan: begadang nemenin anak, rela nggak tidur, cari info soal obat yang tepat, sampai rela bolak-balik dokter.
Kalau memang anak sering banget sakit dan kamu makin cemas, nggak apa-apa banget buat konsultasi ke dokter anak langganan, cek alergi, atau tanya soal vitamin yang cocok. Bukan berarti kamu nggak mampu, justru itu bentuk tanggung jawabmu sebagai ibu.
Aku sendiri sekarang lagi belajar mengubah kalimat di kepala. Dari yang dulu: “Aku gagal jadi ibu karena anak sakit”, jadi “Anakku lagi sakit, aku akan temani dan rawat sebisaku.” Rasanya lebih menenangkan. Semoga kamu juga pelan-pelan bisa lebih sayang sama dirimu sendiri, ya. Karena ibu yang dijaga hatinya, biasanya lebih kuat buat jaga anaknya.
jangan sedih kak, aku yakin kamu ibu yang hebat kok❤️ semua hal yang kamu sebutin itu masih wajarr, ga bikin kamu gagal jadi Ibuu