Tradisi Panen
Alo Ges,
Menurut kalian momen apa yang paling dinanti oleh petani kita? Betul sekali, Panen. Bahkan tak jarang kedatangannya disambut meriah dengan berbagai ritual. Berikut beberapa ritual unik yang ada di Indonesia yang biasa dilakukan petani dalam menyambut panen:
1. Ritual Panen Seren Taun, Sunda✔️
Ritual ini diawali dengan pengambilan air di sumber yang sangat dikeramatkan masyarakat setempat. Kemudian air tersebut dicipratkan kepada semua orang yang sedang menjemput padi hasil panen. Setelah itu baru acara ritual Seren Taun dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan kesenian. Biasanya ritual Seren Taun ini diadakan setiap tanggal 22 Bulan Rayagung sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender Sunda.
2. Ritual Panen Naik Dango, Dayak Kanayatn, Kalimantan Barat✔️
Biasanya ritual ini dilakukan setiap tanggal 27 April di rumah adat suku Dayak. Sehari sebelum dimulai, masyarakat harus melaksanakan Batutu. Batutu adalah memasak beberapa makanan sebagai simbol hasil pertanian masyarakat. Makanan ini biasanya dimasak dari bahan ketan menggunakan bambu berukuran besar dan tumpi (semacam roti cucur).
3. Ritual Methik, Jawa✔️
Sebenarnya ada dua tradisi yang dilakukan saat panen. Daerah Jawa Timur biasanya melakukan Methik sebelum panen datang. Saat padi menguning, masyarakat akan berdoa dan berharap sawah terus dijaga sampai terjadi panen besar. Yang kedua dari tradisi Methik adalah melakukannya setelah panen besar tiba. Biasanya masyarakat secara ramai akan melakukan ritual di tengah lapangan atau jalan-jalan sambil mengenakan pakaian adat Jawa. Puncak ritual ini adalah memasukan padi ke dalam lumbung dan memanjatkan doa.
4. Ritual Mappadendang Bugis✔️
Ritual ini dilakukan bersama menumbuk padi dalam lesung panjang dengan lubang enam sampai dua belas yang biasa disebut Pallungeng menggunakan alat tumbuk khas suku Bugis yaitu Alu. Ritual Mappadendang selain sebagai ucapan rasa syukur juga dilakukan untuk menyucikan gabah sampai akhirnya menjadi beras dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
5. Tradisi Manjuluk Suku Batak✔️
Manjuluk menjadi ritual berdoa kepada leluhur dan penjaga ladang atau penguasa tanah. Doa yang dimaksud berupa permintaan untuk mendapatkan keberhasilan dalam bercocok tanam. Terdapat aturan tertentu dalam melaksanakan ritual Manjuluk yang harus dipatuhi dan harus menyediakan sesajen dalam ritual ini. Sesajen yang dimaksud berupa ayam kampung, sirih, kemenyan atau dupa, dan jeruk purut. Sesajen tersebut nantinya akan diletakkan di depan orang-orang yang sedang berdoa.
6. Ghan Woja, Manggarai Timur✔️
Ritual ghan woja dilangsungkan dengan menyajikan sesajen berupa ayam berwarna merah dan babi hitam. Bahan-bahan itu wajib dikumpulkan dari anggota suku Saghe. Ghan woja dilaksanakan bersama ritual kedha rugha manuk atau injak telur ayam kampung oleh istri dari anak lelaku suku Saghe. Nama para leluhur suku Saghe akan terus diucapkan selama ritual ini berlangsung agar generasi penerus tak lupa dengan nenek moyang mereka.
7. Baronde, Tanah Datar✔️
Baronde sendiri merupakan semangat gotong royong oleh masyarakat Batu Taba yang dilaksanakan saat panen padi tiba. Dengan adanya tradisi baronde, pemilik sawah tidak perlu lagi repot mengeluarkan upah atau biaya panen. Pasalnya, seluruh proses panen mulai dari menyabit padi hingga selesai, akan dikerjakan secara bersama-sama. Sebaliknya, saat panen padi tiba di sawah milih warga lainnya, maka pemilik sawah yang dibantu juga harus ikut membantu panen nantinya.
Bagaimana? Unik dan seru bukan? Apakah di daerah kalian juga terdapat tradisi unik dalam menyambut panen? Coba share di kolom komentar ya. 🤗
Salam,
Tingtink.





























































