Yang Menjauh Engkau Sendiri
Saat doa terasa sunyi
Bisa jadi bukan Allah yang pergi tapi hatimu yang menjauh
Pulanglah Allah tak pernah meninggalkanmu
Keywords
hidayah, introspeksi, picingmata, dr. fahruddin faiz, dr. fahrudin faiz
#renungan #iman #picingmata #drfahruddinfaiz #drfahrudinfaiz
Mengutip pesan mendalam dari Dr. Fahruddin Faiz yang saya temukan dalam renungan ini, sering kali kesibukan kita membuat hati menjauh dari Allah. Kesibukan yang tidak membawa manfaat sejati justru bisa menjadi tanda bahwa perhatian kita mulai tergeser. Dari pengalaman pribadi saya, penting untuk secara rutin melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Ali bin Abi Thalib mengajarkan pentingnya mencari tempat di mana kita dihargai, bukan hanya oleh orang lain tetapi juga oleh diri kita sendiri dan tentu saja oleh Sang Pencipta. Tempat itu bukan hanya fisik, tapi juga keadaan hati dan pikiran yang bisa membuat kita merasa tenteram dan dihargai. Ketika kita merasa jauh dari Allah atau do’a terasa kosong, jangan salahkan keadaan, tapi lihatlah apakah kita sudah benar-benar mengutamakan hubungan dengan-Nya di tengah kesibukan kita. Apakah kita sudah menjaga kualitas waktu kita, memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang mendekatkan pada hidayah dan kebajikan? Saya merasakan bahwa dengan menyadari dan memeriksa kembali kesibukan yang saya jalani, saya bisa menemukan kembali taman hati tempat Allah selalu hadir dan menghargai kehadiran saya. Ini adalah perjalanan yang menantang tapi amat berharga untuk membangun iman dan ketenangan batin. Semoga renungan ini bisa menjadi pengingat juga bagi pembaca untuk selalu mencari dan menjaga tempat kita dihargai—tempat di mana ketulusan, iman, dan kedamaian hati bersatu.







































