Belajar bahasa Inggris with me!!
"What a shame" adalah frasa bahasa Inggris yang artinya "Sayang sekali!" atau "Sungguh disayangkan!", digunakan untuk mengungkapkan kekecewaan, penyesalan, atau simpati terhadap suatu kejadian buruk yang tidak bisa dihindari, bukan rasa malu pribadi (seperti shame dalam arti "aib" atau "malu pada diri sendiri"). Ini sering kali sinonim dengan "It's a pity" dan bisa menjadi teguran halus, seperti saat mengatakan "You didn't win? What a shame, you practiced so hard," yang berarti "Kamu tidak menang? Sayang sekali, padahal kamu sudah berlatih keras," menunjukkan simpati.
Arti dan Penggunaan:
•Kekecewaan/Penyesalan: "I was looking forward to the trip, but it got canceled. What a shame!" (Aku sudah menantikan perjalanan itu, tapi dibatalkan. Sayang sekali!).
•Simpati: "You missed the concert? What a shame!" (Kamu ketinggalan konsernya? Sayang sekali!).
•Teguran Halus: "You didn't study? What a shame, you could have passed." (Kamu tidak belajar? Sayang sekali, padahal bisa lulus.).
Perbedaan dengan Shame (Malu):
•What a shame: Mengekspresikan rasa menyesal atau simpati atas situasi orang lain atau kejadian luar biasa (Contoh: Sayang sekali kamu tidak bisa datang).
•Shame (Malu): Merupakan emosi yang lebih dalam tentang merasa tidak berharga atau aib karena tindakan diri sendiri (Contoh: I feel shame / Aku merasa malu).
#belajar bahasa inggris #bahasainggris #inggris #English #speakenglish
Dulu waktu awal belajar bahasa Inggris, aku juga sempat mengira "What a shame" itu artinya sama seperti "malu-maluin banget" atau "memalukan". Tapi setelah sering dengar native speaker ngomong, ternyata maknanya lebih ke "sangat disayangkan" atau "sayang banget". Jadi bukan malu karena aib pribadi, tapi lebih ke rasa menyesal atau simpati atas sebuah kejadian. Kalimat "sangat disayangkan dalam bahasa Inggris" itu bisa diterjemahkan dengan beberapa cara, dan "What a shame" cuma salah satunya. Biar nggak bingung, ini beberapa ekspresi yang sering dipakai dan nuansanya agak beda-beda: 1. **What a shame** Dipakai untuk menunjukkan rasa penyesalan atau simpati terhadap situasi yang kurang menyenangkan. - "You lost your phone? What a shame." (HP kamu hilang? Sayang banget.) - "The event was canceled? What a shame, I was excited to go." (Acaranya dibatalkan? Sayang sekali, padahal aku semangat mau datang.) 2. **It’s a shame** Mirip dengan "What a shame", tapi strukturnya dalam bentuk kalimat biasa. - "It’s a shame you couldn’t join us yesterday." (Sayang sekali kamu nggak bisa gabung kemarin.) - "It’s such a shame the weather was bad." (Sayang banget cuacanya jelek.) 3. **It’s a pity / What a pity** Ini juga berarti "sayang sekali", "sungguh disayangkan", dan sangat umum dipakai. - "You missed the movie? What a pity!" (Kamu ketinggalan filmnya? Sayang sekali!) - "It’s a pity we met so late." (Sayang sekali kita bertemunya terlambat.) 4. **That’s too bad** Lebih casual, sering dipakai dalam percakapan santai. - "You didn’t get the job? That’s too bad." (Kamu nggak dapat pekerjaannya? Sayang banget.) 5. **Unfortunately…** Kalau mau terdengar sedikit lebih formal, bisa pakai ini di awal kalimat. - "Unfortunately, I can’t come to your party." (Sayangnya, aku nggak bisa datang ke pesta kamu.) Yang perlu diingat, "shame" sendiri tanpa "what a" biasanya berarti perasaan malu atau aib: - "I feel shame about what I did." (Aku merasa malu atas apa yang kulakukan.) Jadi kalau mau bilang "sangat disayangkan" jangan pakai kalimat seperti "I feel shame for you" untuk situasi biasa, karena itu terdengar seperti menghakimi orang dan maknanya lebih ke "aku malu sama kamu". Supaya makin kebayang, coba bandingkan: - **Salah konteks:** "You failed the test, I feel shame for you." (Terdengar jahat dan menghakimi.) - **Lebih natural:** "You failed the test? What a shame, you studied so hard." (Kamu gagal ujian? Sayang sekali, padahal kamu sudah belajar keras.) Kalau kamu tipe yang suka belajar dengan cara mendengar, kamu bisa coba tips "cukup dengarkan dan ucapkan". Putar contoh kalimat seperti: - "What a shame, we’re late." - "What a shame, they broke up." Ulangi pelan-pelan sambil membayangkan situasinya. Lama-lama, otak kamu otomatis mengaitkan "What a shame" dengan rasa "sangat disayangkan" dan bukan "malu-maluin". Intinya, kalau kamu mencari padanan "sangat disayangkan dalam bahasa Inggris", kamu bisa pakai: - What a shame - It’s a shame - What a pity / It’s a pity - That’s too bad Tinggal pilih yang paling cocok dengan gaya bicara dan situasi kamu. Semakin sering kamu pakai di chat atau conversation sehari-hari, semakin natural rasanya.






