Jujur susah banget nahan emosi di saat kita lagi capek habis kerja. Kadang suka ngerasa bersalah dan nyesel, kenapa gak coba lebih sabar lagi nanggepin anak😭 Jadi walaupun aku punya sertikat montessori aku juga sama aja kaya ibu2 pada umumnya, suka kelapasan marahin anak🥹
#montessorimom ##workingmom#kids
Menghadapi lelahnya setelah bekerja seharian dan harus mengurus anak di rumah memang bukan hal yang mudah, bahkan bagi ibu-ibu dengan sertifikasi Montessori sekalipun. Emosi yang mudah terpancing bisa membuat seseorang merasa bersalah ketika terlalu cepat marah kepada anak, padahal niatnya hanya ingin memberikan perhatian terbaik. Dalam pengalaman ibu ini, yang terlihat melalui pengamatan CCTV, situasi bisa makin rumit ketika anak menunjukkan perilaku seperti memukul-mukul, yang membuat emosi semakin memuncak. Solusi yang ditempuh adalah menghindar sejenak ke kamar agar bisa menenangkan diri sebelum berinteraksi kembali dengan anak. Ini adalah langkah penting untuk mempraktikkan kesabaran dan agar tidak terpancing oleh emosi seketika. Validasi emosi anak juga menjadi kunci utama, seperti saat anak menangis dan meminta dibukakan pintu kamar. Memberikan perhatian dan mendengarkan perasaan mereka sangat membantu anak merasa didengar serta lebih tenang. Cara ini sejalan dengan prinsip Montessori yang menekankan pada pemahaman dan penghormatan terhadap kebutuhan anak. Untuk para working mom, mengelola stres kerja dan waktu bersama anak akan membutuhkan strategi yang baik, seperti menetapkan waktu khusus untuk quality time yang tidak terganggu oleh pekerjaan atau perangkat elektronik. Mengelola ekspektasi juga penting agar tidak menambah tekanan pada diri sendiri. Jangan lupa untuk memberikan self-care dan dukungan sosial, baik dari pasangan, keluarga, maupun komunitas sesama ibu. Membicarakan tantangan ini secara terbuka bisa membantu mengurangi rasa bersalah dan membangun cara-cara baru untuk lebih sabar dalam mendampingi anak setelah seharian beraktivitas luar rumah. Mengasuh anak dengan pendekatan Montessori bukan berarti harus sempurna, melainkan bagaimana kita terus belajar dan berusaha memberikan yang terbaik, termasuk belajar mengelola emosi diri agar suasana rumah tetap nyaman dan penuh kasih sayang.

























































