... Baca selengkapnyaAku pertama kali notice Epa Star gara-gara lihat posternya di Pondok Pinang, ada tulisan jelas "Double Deck" dan "Executive Legrest Class". Dari luar aja udah kelihatan beda: livery putih hijau, logo "Go-Green", ada unit VOLVO B11R-450 HP EURO 5 dan juga SCANIA untuk rute seperti Bogor–Sukabumi. Kesan pertama sih, ini bus jarak jauh yang niat banget main di kelas nyaman.
Soal kursi bus Epa Star, mereka punya beberapa tipe. Di kelas executive legrest, kursinya jarang-jarang, ada sandaran kaki panjang, tempat minum, dan biasanya dapat selimut. Di foto interior kelihatan bangku warna hitam-hijau yang empuk, posisi kaki lega, jadi enak banget buat perjalanan malam. Buat yang suka selonjoran, tipe kursi seperti ini jauh lebih enak daripada ekonomi biasa.
Yang menarik juga, Epa Star punya konfigurasi semacam sleeper atau kabin tidur pribadi, di foto kelihatan ada label "PRIORITY 05" dan "PRIORITY 06". Modelnya kayak kabin kecil dengan kursi rebah, tirai, dan lampu pribadi. Buat yang pengin lebih privasi, ini cocok banget. Biasanya kabin prioritas begini dipakai di kelas yang lebih tinggi (sering disebut executive atau sleeper), dan feeling-nya mirip tidur di kapsul mini.
Untuk harga tiket Epa Star, tiap rute beda-beda, tapi umumnya sebanding sama bus executive lain. Misalnya untuk rute jauh seperti Jambi–Jakarta, tarifnya biasanya di kisaran bus AKAP kelas executive/sleeper, tergantung musim dan tipe kursi yang dipilih. Kalau pilih double decker dengan kursi legrest, biasanya sedikit lebih mahal daripada kelas biasa tapi terbayar sama kenyamanan. Tips dari aku, cek langsung ke agen resmi Epa Star atau loket Pondok Pinang biar dapat harga terbaru dan promonya.
Rute Epa Star juga cukup variatif. Dari poster yang pernah aku lihat, ada layanan dari arah Sumatera (seperti Jambi) menuju Jakarta, dan ada juga rute antar kota di Jawa seperti Bogor–Sukabumi. Pondok Pinang ini salah satu titik penting mereka di Jakarta, jadi kalau kamu cari "Epa Star Pondok Pinang" di maps biasanya ketemu pool atau agen penjualan tiketnya. Enaknya, dari Pondok Pinang akses ke Tol cukup dekat, jadi perjalanan bisa lebih efisien.
Soal fasilitas bus Epa Star sendiri, selain kursi legrest dan pilihan double decker, mereka biasanya kasih AC dingin, selimut, reclining seat, tempat minum atau cup holder, dan beberapa unit sudah pakai interior yang modern. Di beberapa foto terlihat penumpang nyaman pakai selimut di kursi hitam-hijau, lorong juga bersih. Untuk kelas sleeper/prioritas, ada tirai buat nutup kabin supaya lebih private, lampu baca, dan ruang kaki yang cukup buat rebahan.
Kalau kamu mau pesan tiket bus Epa Star Jambi–Jakarta atau rute lainnya, bisa lewat agen fisik di terminal/pool, atau cari di aplikasi tiket bus online yang sudah kerja sama. Pengalamanku, lebih enak booking jauh hari terutama kalau mau kursi tertentu di double decker (misalnya deck atas bagian depan) karena itu biasanya jadi incaran.
Kesimpulannya, Epa Star ini cocok buat kamu yang cari bus double decker atau executive dengan kursi legrest dan kabin prioritas, terutama dari dan menuju Pondok Pinang. Kalau kamu sudah pernah coba, bisa share juga kamu duduk di kursi biasa, executive legrest, atau di kabin priority berlabel kayak "PRIORITY 05/06" biar yang lain punya gambaran lebih jelas sebelum booking.