Wabup Beltim Resmikan Dapur MBG, Tekankan Kualitas Makanan dan Tanggung Jawab Pengelola
Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar meresmikan langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Pejuang Empat Dara, Desa Padang, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini berlangsung khidmat di bawah tenda sederhana yang didirikan tepat di area halaman depan gedung.
Acara dihadiri oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur, Camat Manggar, Kapolsek, hingga Koordinator SPPG se-Kecamatan Manggar. Hadir pula Ketua Yayasan Pejuang Empat Dara selaku pihak pengelola dapur.
Sebagai warga yang peduli akan kesehatan dan gizi di Belitung Timur, saya sangat mengapresiasi inisiatif peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini. Dari pengalaman saya, akses terhadap makanan bergizi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan daerah yang kurang terjangkau. Dapur MBG yang diresmikan oleh Wakil Bupati Khairil Anwar tentu membawa angin segar, karena menyediakan makanan bergizi gratis yang dapat membantu mencegah masalah kesehatan akibat pola makan yang kurang tepat. Penting pula bahwa program ini dikelola oleh Yayasan Pejuang Empat Dara yang telah dipercaya, serta mendapat pengawasan dari berbagai pihak pemerintahan setempat, sehingga menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disajikan. Saya pernah mengikuti kegiatan sosial serupa yang juga menitikberatkan pada kualitas gizi dan standar kebersihan dalam penyajian makanan. Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa keberadaan dapur seperti Dapur MBG bisa menjadi solusi efektif dalam mengatasi kekurangan gizi. Selain itu, pengelolaan yang bertanggung jawab dari yayasan dan dukungan dari pemerintah daerah memberikan harapan besar akan keberlangsungan program ini. Para pengelola juga harus konsisten dalam menjaga standar mutu bahan baku dan proses memasak agar sesuai dengan kaidah gizi untuk anak-anak, lansia, dan penerima manfaat lainnya. Acara peluncuran yang berlangsung secara khidmat di bawah tenda sederhana menandakan kesungguhan berbagai pihak dalam mengawal program ini. Semoga dapur MBG tidak hanya menjadi kegiatan sekali saja, tapi mampu memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Belitung Timur. Saya pribadi berharap program ini bisa dijadikan contoh untuk daerah lain dalam menyediakan makanan bergizi dengan mudah dan terjangkau melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial. Secara keseluruhan, peresmian Dapur MBG ini adalah langkah konkret yang sangat dibutuhkan untuk memajukan kesehatan masyarakat secara menyeluruh melalui peningkatan pelayanan gizi yang terjangkau dan berkualitas.


















































