Ada yang pernah ngalemin?

Ada yang pernah merasa lebih emosional, mudah sedih, sensitif, atau “nggak seperti biasanya” saat mulai menyapih?

Ternyata, menyapih bukan hanya tentang mengurangi atau menghentikan menyusui. Tubuh kita juga sedang mengalami perubahan hormonal.

Ketika frekuensi menyusui berkurang, kadar hormon seperti prolaktin dan oksitosin ikut berubah. Pada sebagian ibu, perubahan ini bisa disertai perubahan suasana hati dan berbagai sensasi fisik maupun emosional.

Tapi perlu diingat, pengalaman setiap ibu bisa berbeda. Ada yang hampir tidak merasakan perubahan apa pun, ada juga yang merasa cukup berat melewati fase ini.

Jadi, kalau kamu sedang berada di fase menyapih dan merasa emosimu naik turun, jangan langsung menyalahkan diri sendiri.

Berikan tubuhmu waktu untuk beradaptasi.

Dan kalau perubahan mood terasa berat, menetap, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan dari tenaga kesehatan.

Menyapih bukan hanya perjalanan untuk bayi, tapi juga sebuah proses besar untuk tubuh dan emosi ibu.

Pernah merasakan perubahan mood saat menyapih? Coba Ceritain dong mom pengalamanmu

1 minggu yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman saya selama proses menyapih sangat membuka mata saya tentang bagaimana tubuh dan emosi bisa berubah drastis. Saat langkah menyapih berlangsung, saya merasakan perubahan suasana hati yang cukup signifikan, dari mudah menangis hingga mood yang berubah-ubah tanpa alasan jelas. Awalnya saya sempat bingung dan merasa sendiri, namun setelah mencari informasi saya memahami bahwa penurunan kadar hormon prolaktin dan oksitosin adalah penyebab utama kondisi ini. Saya juga belajar bahwa menjaga asupan nutrisi sangat membantu, seperti memastikan makan makanan kaya protein dan vitamin untuk menstabilkan kadar gula darah dan menjaga energi. Selain itu, olahraga ringan dan berjemur di pagi hari sangat bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur. Perubahan hormon saat menyapih bisa menyebabkan gejala seperti insomnia, rasa lelah, dan konsentrasi menurun (brain fog). Oleh karena itu, saya mencoba untuk lebih sabar pada diri sendiri, memberi waktu tubuh beradaptasi, dan tidak ragu untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan saat mood terasa sulit dikendalikan. Pengalaman ini membuat saya menyadari bahwa menyapih bukan hanya perjalanan bayi, tapi juga perubahan besar bagi ibu secara fisik dan mental. Dukungan dari keluarga dan komunitas ibu-ibu menyusui sangat membantu dalam melewati fase ini. Jika kamu merasakan hal serupa, jangan ragu untuk berbagi cerita atau mencari bantuan profesional agar proses menyapih bisa dijalani dengan lebih nyaman dan positif.