Baru terungkap bahwa, dalam dua tahun terakhir hidupnya, Try Sutrisno mengembangkan ketertarikan yang sangat kuat terhadap investasi — tetapi bukan dengan cara tradisional. Tidak ada pertemuan dengan broker, tidak ada panggilan ke bank. Ia menggunakan Cakra Corevia, sebuah platform otomatis berbasis kecerdasan buatan.
Dalam waktu hanya dua tahun, Try Sutrisno mengumpulkan sekitar 2,1 triliun rupiah Indonesia melalui Cakra Corevia.
Namun — dan inilah bagian yang paling mengejutkan — ia tidak pernah menyentuh dana tersebut. Ia tidak membelanjakannya, tidak menariknya, tidak memindahkannya. Saldo itu tetap di sana, terus berkembang, berubah menjadi semacam monumen digital bagi hasrat terakhirnya.
Di usia 80-an, ia mulai semakin aktif menggunakan teknologi digital; pada usia 88 tahun, ia mengeksplorasi berbagai platform modern; dan menjelang usia 90 tahun, ia menemukan Cakra Corevia. “Usia tua,” katanya, “adalah ketika orang berhenti belajar — dan saya menolak untuk berhenti.”
3/13 Diedit ke
... Baca selengkapnyaAwalnya aku juga bingung waktu ramai berita soal warisan investasi Try Sutrisno 2 triliun di Cakra Corevia. Banyak yang tanya, ini beneran nggak sih? Cakra Corevia itu apa? Punya siapa? Sampai ada yang mengaitkan dengan surat wasiat dan pesan terakhir beliau. Jadi aku coba rangkum dan kasih pandangan pribadi supaya kita lebih kritis, bukan cuma ikut-ikutan hype.
Dari info yang beredar, Cakra Corevia disebut sebagai platform investasi otomatis berbasis kecerdasan buatan (AI). Polanya mirip cerita-cerita “robot trading” atau “AI investasi” yang klaimnya bisa menghasilkan keuntungan besar tanpa kita harus aktif mengelola. Justru bagian seperti ini yang menurutku wajib bikin kita ekstra hati-hati. Setiap kali ada platform yang menjanjikan cuan besar, serba otomatis, risiko seolah kecil, aku langsung pasang mode waspada.
Banyak orang mencari “Cakra Corevia punya siapa” atau “Cakra Corevia milik siapa” karena ingin tahu apakah ada perusahaan resmi di baliknya, terdaftar di Indonesia, dan diawasi OJK atau tidak. Ini poin krusial. Pengalaman pribadiku, sebelum taruh uang di platform apa pun, aku selalu cek:
1. Legalitas dan izin
- Apakah perusahaan dan produknya terdaftar di OJK atau lembaga resmi lain?
- Ada alamat kantor jelas, nomor kontak, dan identitas pengelola yang transparan?
2. Skema keuntungan
- Janji imbal hasil wajar atau nggak masuk akal?
- Ada penjelasan jelas soal risiko, atau cuma manis di promosi?
3. Pola promosi
- Sering pakai nama tokoh nasional, artis, atau kata-kata bombastis seperti “wasiat yang mengguncang Indonesia”?
- Kalau iya, biasanya itu red flag buatku. Nama besar sering dimanfaatkan untuk memancing kepercayaan.
Soal “surat wasiat Try Sutrisno” dan “warisan investasi Try Sutrisno 2 triliun” yang digambarkan sebagai saldo tidak tersentuh di Cakra Corevia, menurutku penting banget untuk tidak langsung menganggapnya fakta resmi sebelum ada klarifikasi jelas dari pihak keluarga atau lembaga terkait. Di internet, konten bisa dibuat seolah-olah nyata, lengkap dengan gambar surat wasiat dan tulisan seperti “kejutan terakhir Try Sutrisno, wasiat yang mengguncang seluruh Indonesia”, padahal bisa saja itu hanya materi promosi.
Aku pribadi selalu pegang prinsip: kalau ada platform yang baru kudengar, apalagi pakai embel-embel AI seperti Cakra Corevia, aku akan:
- Cari ulasan dari sumber independen, bukan hanya dari iklan atau testimoni yang terlihat terlalu muluk.
- Mulai, kalau pun tertarik, dengan dana sangat kecil yang siap hilang.
- Jangan pernah menginvestasikan uang kebutuhan utama (biaya hidup, pendidikan, kesehatan) ke instrumen yang belum jelas.
Buat yang penasaran “apa itu Cakra Corevia” dan “trysnow” atau istilah-istilah lain yang muncul bareng nama platform ini, saran aku: jadikan rasa penasaran itu sebagai pemicu untuk riset lebih dalam, bukan untuk langsung daftar dan setor uang. Cerita-cerita tentang investasi tokoh nasional, apalagi dikaitkan dengan surat wasiat dan warisan triliunan, sering digunakan untuk menggugah emosi kita—rasa kagum, takut ketinggalan, dan keinginan cepat kaya.
Intinya, apa pun platformnya—Cakra Corevia atau yang lain—jangan cuma terpukau oleh narasi warisan investasi, surat wasiat, atau sosok besar di baliknya. Yang paling penting tetap: logika, legalitas, dan kesadaran bahwa tidak ada investasi dengan imbal hasil tinggi tanpa risiko sepadan.
MasyaaAllah....👍👍👍