#mbg #menteri #prabowo #sekolah #kantinsekolah
JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, menanggapi usulan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikelola kantin sekolah.
“Saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional kita, sebagai mungkin salah satu alternatif skema,” ujar Mensesneg Prasetyo pada Kamis (11/6/2026).
“Barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang coba akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu,” lanjutnya.
Hal tersebut diungkapkan Mensesneg usai rapat Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusulkan untuk dikelola melalui kantin sekolah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi siswa di Indonesia. Pengalaman pribadi saya saat mengikuti kegiatan sosial di beberapa sekolah dasar menunjukkan bahwa penyediaan makanan bergizi secara rutin dapat membantu pertumbuhan dan konsentrasi belajar anak-anak. Di beberapa daerah, pelaksanaan kantin yang menyediakan makanan sehat dan bergizi gratis sangat membantu keluarga kurang mampu dan juga mendorong kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa. Tentu, keberhasilan program semacam ini sangat bergantung pada pengelolaan yang hati-hati dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, orang tua, dan tenaga kesehatan. Selain itu, integrasi MBG dalam kantin sekolah dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah malnutrisi dan stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Kantin sekolah yang dikelola dengan baik tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi gizi bagi siswa. Sebagai seseorang yang pernah mengikuti program pemberdayaan komunitas, saya melihat pentingnya evaluasi berkala untuk menilai dampak positif MBG. Hal ini juga akan membantu pemerintah dan Badan Gizi Nasional dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran berdasarkan zona dan kebutuhan masing-masing daerah. Dengan demikian, Mensesneg dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah maupun Presiden perlu terus mendukung dan mengawal pelaksanaan program MBG ini agar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi generasi penerus bangsa.
































































